TITIKTEMU.CO - Profil Cokorda Istri Niti Yadnya, sosok bangsawan Bali yang wafat karena kanker serviks. Simak perjalanan hidup dan prosesi Palebon.
Cokorda Istri Niti Yadnya, atau yang akrab disapa Cok Niti, adalah salah satu tokoh perempuan bangsawan Bali yang dikenal luas karena perannya dalam adat, budaya, hingga politik. Kehidupan dan kisah perjuangannya meninggalkan jejak mendalam bagi masyarakat Bali, terutama setelah prosesi Palebon Ageng di Ubud yang digelar dengan megah. Sosoknya menjadi sorotan publik, tidak hanya karena statusnya sebagai putri dari keluarga Puri Agung Ubud, tetapi juga karena dedikasinya dalam memperjuangkan nilai-nilai tradisi dan kemanusiaan.
Kabar duka wafatnya Cokorda Istri Niti Yadnya pada 7 Juli 2025 mengguncang hati banyak orang. Beliau berpulang setelah dua tahun berjuang melawan kanker serviks, sebuah penyakit yang menguji ketangguhan fisik dan mentalnya. Kehidupannya yang penuh makna serta prosesi adat megah yang menghantarkan kepergiannya menjadi topik yang menarik untuk dibahas lebih dalam.
Siapa Cokorda Istri Niti Yadnya?
Sebagai salah satu putri dari almarhum Tjokorda Agung Suyasa, Cokorda Istri Niti Yadnya lahir dan besar di lingkungan Puri Agung Ubud. Sosoknya dikenal sebagai kakak dari Cokorda Ngurah Suyadnya (Cok Wah), yang juga merupakan tokoh adat berpengaruh di Bali. Dalam kehidupan keluarga, beliau meninggalkan suami tercinta, Tjokorda Putra Sudarsana (Cok Pelik), serta tiga anak perempuan yang kini meneruskan warisan kebudayaan keluarga.
Selain perannya sebagai anggota keluarga bangsawan, Cok Niti juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Gianyar periode 2009–2014 dari Fraksi Golkar. Perjalanan politiknya menunjukkan kepedulian beliau terhadap masyarakat Gianyar, terutama dalam hal pelestarian budaya dan tradisi Bali.
Penyebab Wafatnya Cokorda Istri Niti Yadnya
Cokorda Istri Niti Yadnya wafat pada usia 60 tahun setelah berjuang melawan kanker serviks selama dua tahun. Penyakit ini membuat beliau harus menjalani perawatan intensif di Bali dan Malaysia. Pada April 2025, keluarga bahkan sempat menggalang permohonan donor darah apheresis B+ di RSUP Sanglah Denpasar, menunjukkan kondisi kesehatannya yang semakin serius. Meski demikian, semangat hidupnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang hingga akhir hayat.
Palebon Ageng di Ubud: Tradisi Megah Penuh Makna
Prosesi Palebon Ageng di Ubud, yang berlangsung pada 3 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Bali. Bade tumpang sembilan, sebuah menara kremasi khas bangsawan Bali, diarak dari Puri Agung Ubud menuju Setra Dalem Puri. Jenazah beliau disemayamkan dalam patulangan berbentuk lembu tangi berwarna ungu sebelum dikremasi. Warna ungu ini dipilih sebagai simbol keagungan dan doa kebangkitan.
Acara ini tidak hanya menjadi penghormatan terakhir bagi Cokorda Istri Niti Yadnya, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi Bali yang sarat makna. Ribuan warga lokal, wisatawan, hingga tokoh adat turut hadir menyaksikan prosesi ini, menunjukkan betapa besar pengaruh dan penghormatan masyarakat terhadap beliau.
Makna Simbolik Bade dan Lembu Tangi
Dalam adat Bali, penggunaan bade tumpang sembilan hanya diperuntukkan bagi upacara kremasi agung kalangan bangsawan. Tingkatan sembilan pada bade melambangkan Nawa Sanga, penjuru kosmis yang menjadi simbol kemuliaan dan harmoni alam semesta. Sementara itu, patulangan lembu tangi berwarna ungu menggambarkan doa kebangkitan serta penghormatan tertinggi kepada almarhumah.
Simbol-simbol ini mencerminkan keagungan tradisi Bali yang tidak hanya estetis tetapi juga penuh filosofi. Prosesi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari.
Perjuangan Hidup dan Warisan Budaya
Kehidupan Cokorda Istri Niti Yadnya adalah cerminan perjuangan seorang perempuan Bali yang tidak hanya berkontribusi dalam lingkup keluarga tetapi juga masyarakat luas. Dedikasinya di dunia politik, kepeduliannya terhadap pelestarian budaya, serta keberaniannya melawan penyakit mematikan adalah warisan tak ternilai yang akan terus dikenang.
Penutup
Demikianlah informasi mengenai Cokorda Istri Niti Yadnya, sosok perempuan inspiratif dari Bali yang meninggalkan jejak mendalam lewat kehidupannya yang penuh makna. Semoga kisah hidup beliau dapat menjadi teladan bagi generasi mendatang dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Bali.***