“Karena lapar, monyet-monyet turun ke pemukiman warga. Mereka mengambil makanan persembahan keagamaan yang biasanya diletakkan di depan rumah,” ujar Made.
Lebih dari sekadar lapar, menurut Made, monyet-monyet juga bosen karena tercerabut dari kebiasaan mereka.
Baca Juga: Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah
Dalam kondisi normal, mereka kerap bermain dengan wisatawan, berinteraksi, ada keramian manusia di sekitar mereka. Tibatiba ini sepi.
“Akan sangat bagus jika warga sering datang ke hutan untuk bermain dan emberi makanan. Ini bisa menjadi salah stau cara agar monyet-monyet tidak menjadi liar,” jelas Made.***
Artikel Terkait
Tanah Papua... Ada 5 Surga di Ujung Timur Indonesia
Jelang Event World Superbike dan MotoGP, Wakil Rakyat Dukung Berdirinya Polres Khusus Mandalika
Pariwisata Maros Sulsel Jadi Alternative Tourism
Ini Empat Warisan Alam Indonesia yang Diakui UNESCO, Salah Satunya Taman Nasional Komodo
Menengok Stasiun Pulau Air, Persinggahan Kereta Api Tertua di Sumatera Barat
Sambut Wisatawan, Hotel Milik BUMN Terapkan Aplikasi PeduliLindungi