"Buat dokumentasi, dan membantu promosi melalui media sosial, supaya banyak yang berkunjung ke Griya Keramik," kata Monik.
Susanto menjelaskan, potensi tanah liat yang ada di wilayah setempat prospektif dikembangkan sehingga pada tahun 2017 maka dirintislah Griya Keramik.
Baca Juga: Woooi! Ada Lowongan Kerja Bagi Lulusan SMA SMK Menjadi Pramugari Pramugara Lion Air. Ini Syaratnya
“Untuk pendirian Griya Keramik sendiri mendapat bantuan CSR dari ExxonMobil yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kita dapat bangunan. Dari pihak desa kita menyiapkan lahan, Jadi ini dulunya bengkok Kamituwo, yang sebagian dipakai untuk pembangunan ini,” jelasnya.
Susanto juga mengatakan desa wisata edukasi kerajinan ini sudah banyak diminati pengunjung baik daerah lokal maupun luar daerah.
“Biasanya dikunjungi pelajar dan juga keluarga, kami juga menyediakan pelayanan jika ada pengunjung yang ingin mempraktikkan pembuatan kerajinan,” ungkapnya.
Wisata edukasi griya keramik balong mengupayakan produksi kerajinan gerabah dan keramik menarik di mata masyarakat.
“Kami juga memiliki paket produksi kerajinan gerabah dimulai dari harga Rp.15.000 dengan menyediakan kuas dan pewarna agar lebih menarik dan pengunjung juga bebas berkarya”, jelas Susanto.***