pariwisata

Taman Indonesia Kaya Semarang kembali dibuka, pertunjukkan seni budaya dipentaskan gratis untuk publik

Rabu, 2 November 2022 | 10:42 WIB
Taman Indonesia Kaya kembali menyuguhkan hiburan yang menarik bagi masyarakat kota Semarang. Dibukanya kembali Taman Indonesia Kaya ditandai dengan sebuah pagelaran musik bertajuk Senandung di Taman, Sabtu (29/10) malam. (pic. Bakti Budaya Djarum Foundation)

TITIKTEMU.CO SEMARANG - Setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi, pertunjukkan kesenian di Taman Indonesia Kaya Semarang yang menyuguhkan hiburan gratis untuk masyarakat kembali digelar.

Pertunjukkan kesenian di panggung terbuka di tengah taman ini menjadi penambah daya pikat pengunjung yang tengah berwisata atau sekadar bersantai menikmati keindahan taman yang asri di jantung kota ibukota Provinsi Jawa Tengah itu.

Baca Juga: Ini dia puisi Kecoa Pembangunan karya WS Rendra, yang diviralkan lagi oleh Iwan Fals

Baca Juga: Al Thumama Stadium akan Menjadi Tempat Laga Belanda Vs Senegal di Piala Dunia Qatar 2022

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2018, Taman Indonesia Kaya telah menjadi ruang kreativitas bagi para seniman dalam menampilkan ragam pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat kota Semarang dan sekitarnya.

Pandemi yang melanda Indonesia membuat berbagai kegiatan di Taman Indonesia Kaya ditiadakan. Setelah terhenti selama dua tahun, terhitung Sabtu 29 Oktober 2022,  Taman Indonesia Kaya kembali menyuguhkan hiburan yang menarik bagi masyarakat kota Semarang dengan sebuah pagelaran musik bertajuk Senandung di Taman bersama Payung Teduh.

Baca Juga: Jadi Ibadah yang Dianjurkan, 3 Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Makna Di Balik Hari Senin dan Kamis

“Senandung di Taman menjadi pertunjukan pembuka setelah beberapa tahun terakhir ini Taman Indonesia Kaya harus terhenti untuk menyuguhkan hiburan bagi masyarakat kota Semarang karena pandemi yang melanda,” ujar Renitasari Adrian Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.  

Sebelumnya, Taman Indonesia Kaya kerap menghibur para penikmat seni dengan mengadakan pertunjukan rutin di tiap akhir pekan di penghujung bulan.

“Agar dapat menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat, selama pandemi melanda, kami juga melakukan perbaikan beberapa fasilitas taman agar dapat berfungsi secara optimal. Semoga segala upaya yang kami lakukan dalam menyuguhkan ruang publik dan hiburan bagi masyarakat Semarang dapat diterima dengan baik,” tambah Renitasari.

Baca Juga: Bank Sampah Jogja Heboh, Aksi Edukasi Agar Tidak Menyampah Saat Berwisata

Selama kurang lebih 90 menit, Payung Teduh membawakan sembilan buah lagu antara lain Rayuan Pulau Kelapa, Sebuah Lagu, Berjalanlah, Malam, Pagi Belum Sempurna, Suar, Nanti, Diamlah dan Resah.

Payung Teduh tak sendirian ketika menghibur para penikmat seni yang memenuhi Taman Indonesia Kaya, dalam acara Senandung di Taman band alternative/indie Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong, dan jazz ini juga berkolaborasi dengan salah unit kegiatan mahasiswa setempat yang didirikan sejak 1998 yaitu, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (PSM UNNES).

Para penikmat seni yang didominasi oleh generasi muda ini tampak antusias melihat penampilan menarik dari keduanya di atas panggung.  Sesekali para penikmat seni juga terdengar bernyanyi bersama mengikuti Payung Teduh.

Halaman:

Tags

Terkini