pariwisata

Magelang Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan, Penginapan dan Paket Wisata Laris Manis

Selasa, 17 Mei 2022 | 06:56 WIB
Sejak pandemi berkurang dan PPKM dilonggarkan, sektor pariwisata di Magelang sudah mulai ramai lagi (pic. jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, MAGELANG - Pandemi membuat berbagai sektor terpuruk. Satu yang terparah adalah pariwisata, mengingat hampir semua destinasi wisata mati suri selama lebih dari dua tahun.

Kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang yang dikembangkan jadi destinasi super prioritas oleh pemerintah, juga merasakan betul dampak pandemi. Wisatawan berkurang, ekonomi masyarakat tak berjalan.

Kini kondisi berbalik 180 derajat. Kawasan Candi Borobudur mulai ramai dikunjungi wisatawan. Warung makan, kafe, restoran, tempat penjualan suvenir, hingga pedagang kecil laris manis. Hotel penuh, bahkan Balkondes yang dikelola masyarakat di pedesaan juga full pesanan.

Salah satunya adalah Balkondes Karangrejo. Di tempat itu, semua kamar sudah dipesan tamu bahkan sampai akhir Mei ini. Mereka sampai menolak tamu karena memang sudah penuh terisi.

Baca Juga: Newcastle 2-0 Arsenal: Harapan The Gunners Masuk Zona Champions Nyaris Pupus

“Ya sejak pandemi berkurang dan PPKM dilonggarkan, kawasan ini sudah mulai ramai lagi. Di tempat kami ini, semua kamar sudah full dipesan sampai akhir bulan,” terang pengelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo Ety Windaryanti, saat ditemui di lokasi, Senin (16/5/) sebagaimana dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Selain kamar, joglo di Balkondes yang merupakan restoran pun sudah penuh pesanan. Sampai akhir Mei, sudah banyak pemesanan kegiatan di tempat itu.

“Kami merasakan sekali perbedaannya. Dulu waktu pandemi sepi sekali, bahkan sampai tidak ada wisatawan datang. Hampir dua tahun kondisi itu terjadi. Sekarang sudah mulai ramai, bahkan peningkatan kunjungan lebih dari 100 persen,” ucapnya.

Baca Juga: CFD Solo Kembali Dibuka, Ini Rute Penyesuaian Perjalanan Batik Solo Trans

Meski ramai, pengelola tidak mematok tarif tinggi. Semua harga baik harga sewa kamar maupun sewa joglo, semua masih sama seperti dulu.

“Harga masih sama, karena ini momentum pariwisata bangkit, jadi harus melayani dengan baik,” jelas Ety.

Tak hanya pandemi yang sudah berangsur membaik, pengembangan pariwisata di kawasan Borobudur juga berdampak sangat besar bagi masyarakat.

Baca Juga: Razia Knalpot Brong, Polres Karanganyar Kandangkan 36 Sepeda Motor

Dengan program itu, para pelancong kini tidak hanya menumpuk di Candi Borobudur, tapi di berbagai destinasi wisata khususnya desa-desa wisata di Kawasan Borobudur.

Halaman:

Tags

Terkini