pariwisata

Pesona Penggarit Orchids, Destinasi Wisata Tanaman Anggrek di Pemalang

Senin, 27 Desember 2021 | 12:44 WIB
Wisata agro budidaya anggrek. (pic. infopublik.id)

TITIKTEMU.CO PEMALANG – Selain Benowo Park, Desa Penggarit kini semakin mempesona dengan adanya pengembangan destinasi wisata baru yang letaknya tak jauh dari Benowo Park atau sebelah timur Taman Makam Pahlawan Jayana Surengyuda, Pemalang.

Destinasi itu disebut Penggarit Orchids, sebuah destinasi Wisata Agro Budidaya Anggrek. Di tempat ini, para pengunjung akan disuguhi berbagai jenis tanaman anggrek yang terpajang rapi di media pot yang cantik.

Baca Juga: Indahnya Wisata Malam di Kutawaru Cilacap

Baca Juga: Jajanan Legendaris Pasar Gede Solo, Rasanya Ngangeni!

Selain dapat memanjakan mata saat berjalan-jalan menyusuri beberapa lorong di tengah-tengah ribuan tanaman anggrek, para pengunjung juga bisa bebas memilih jenis anggrek yang akan dibelinya.

Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Pemalang, pengelola Penggarit Orchids, Hesti Sulanjari mengatakan, ada beberapa jenis tanaman anggrek yang dijual di Penggarit Orchids,  diantaranya, dendrobium, vanda, cattleya dan jenis anggrek bulan.

Baca Juga: Wisata Taman Ngelo Bantul, Tawarkan Susur Sungai Malam Hari Gunakan Perahu Motor

Sedangkan harga untuk masing-masing tanaman anggrek bervariasi. Menurut Hesti, perbedaan harga tersebut ditentukan dari corak dan warnanya, semakin bagus warna dan coraknya maka harganya pun akan lebih mahal.

Hesti menyebutkan, harga tanaman anggrek jenis dendrobium dipatok antara Rp.25 ribu sampai dengan Rp.40 ribu. Kemudian anggrek bulan antara Rp. 80 ribu sampai dengan Rp.150 ribu. sementara untuk harga anggrek jenis vanda antara Rp. 60 ribu sampai dengan Rp. 200 ribu.

“Untuk pemasaran, kebetulan ada beberapa pedagang yang dari luar kota setiap bulannya mereka ambil disini kisaran 500-1500 pot untuk dijual lagi disana. Untuk harga eceran kita tetap melayani”, ujar Hesti.

Baca Juga: 5 Warung Ayam Panggang di Solo Raya, Wajib Dicicipi!

Hesti mengungkapkan, penjualan tanaman anggrek di masa pandemi saat ini,  justru kian meningkat  sekitar lima puluh persen. Hal itu  dikarenakan para ibu cenderung lebih memilih kegiatan menanam tanaman hias di halaman rumahnya dari pada kegiatan di luar rumah saat masa pandemi.

“Dimasa pandemi Alhamdulillah malah lebih ramai. Ibu-ibu cenderung jadi lebih suka menanam. Prosentasenya sekitar lima puluh persen lebih ramai di banding sebelum masa pandemi. Kebanyakan dari luar kota”, imbuhnya. ***

Tags

Terkini