TITIKTEMU.CO KULON PROGO – Anda sudah pernah masuk area Bandara Yogyakarta atau lenih dikenal dengan Yogyakarta International Airport (YIA)?
Ya, bandara internasional itu fasilitasnya cukup lengkap. Di lokasi ada Kawasan Tugu Malioboro (KTM) yang merupakan replikasi dari destinasi wisata Malioboro yang berisi stand-stand seni, cinderamata dan kuliner khas Malioboro pada umumnya.
Baca Juga: Kado Hari Ibu untuk Calon Mertua, Awas, Jangan Salah Pilih, Bisa Jadi Horor, Lho…
Pihak Angkasa Pura (AP) I menyatakan, pengembangan KTM YIA merupakan kontribusi AP I terhadap pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata Yogyakarta.
"YIA dibangun dan dikembangkan dengan merepresentasikan unsur budaya, seni, dan pariwisata Yogyakarta dan senantiasa mendukung pengembangan perekonomian, pariwisata, dan budaya daerah yang dapat menunjang bisnis bandara yang berkelanjutan," jelas Dirut AP I,Faik Fahmi.
Baca Juga: Kuy! Mengenal Proses Pengolahan Kopi, dari Full Washed Sampai Kopi Wine
Ditambahkan Faik, KTM tersebut juga melengkapi sentra UMKM yang telah dibuka lebih dulu yaitu Pasar Kota Gede YIA, dimana keduanya menjadikannya YIA sebagai bandara dengan sentra UMKM terbesar di Indonesia.
Total terdapat 200 stand UMKM di KTM YIA yang dalam pengolaannya bekerja sama dengan JavaConnections-Art Management. Adapun titik lokasi Kawasan Tugu Malioboro YIA terletak di gedung penghubung lantai mezzanine yang menghubungkan terminal penumpang dengan gedung parkir kendaraan YIA.
Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo mengatakan, keberadaan kawasan tersebut diharapkan akan menambah suasana semarak, menarik dan membanggakan di kompleks bandara YIA.
Baca Juga: 7 Tahapan Unggah Konten Video di YouTube agar Terindeks di Mesin Pencari dan Ditonton Banyak Orang
"Semoga dengan suasana bandara YIA yang semakin menarik dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan memadai tersebut, akan menambah kenyamanan pengguna bandara, meningkatkan kunjungan dan tentunya dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya lokal," katanya.
Menurut Sutedjo hal tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kulon Progo terutama pada sektor-sektor ekonomi kreatif, UMKM dan pariwisata. Dimana melalui kawasan tersebut bisa menjadi media promosi dan publikasi kepada masyarakat luas.
"Dimasa sekarang ini media promosi dan publikasi sangat penting guna menunjang keberlanjutan ekonomi utamanya UKM dan UMKM yang lesu ditengah pandemi," kata Sutedjo.