pariwisata

Seperti Kembali ke Zaman Batu, Ini 7 Desa Megalitikum yang Layak Dikunjungi

Kamis, 30 September 2021 | 08:00 WIB
Desa wisata Kampung Praiyawang di Sumba. (Shutterstock/Misbachul Munir)

Kampung Praiyawang di Sumba

Kampung Praiyawang di Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Sumba Timur, merupakan desa wisata megalitikum yang menarik dikunjungi.

Lokaisnya sekitar 69 km arah timur Kota Waingapu.Bukan hanya batu, wisatawan juga menemukan suasana desa adat perrkampungan Sumba.

Kuno dan magis. Apalagi barisan kuburan tua megalitikum untuk kalangan bangsawan. Batu-batu penuh pahatan yang mengandung simbol-simbol filosofi.

Baca Juga: Dear Wisatawan, Sambutlah Geopark Belitong  yang Menawan Ini!

Kampung Siallagan di Samosir

Kampung Siallagan atau Huta Siallagan dalam bahasa Batak lokasinya di Destinasi Super Prioritas. Huta Siallagan konon sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Kampung seluas 2.400 meter persegi ini dikelilingi tembok batu setinggi 1,5-2 meter. Konon, batu-batu untuk melindungi desa dari serangan binatang liar dan suku lain.

Ada juga peninggalan megalitikum berupa batu berbentuk kursi dan meja.  Keduanya dulunya digunakan sebagai tempat menghukum pelanggar adat.

Baca Juga: Rumah Atsiri, Belajar Meracik Minyak Aeroterapi di Tawangmangu

Desa Bawomataluo di Nias

Desa wisata Bawomataluo ini menyandang status sebagai desa budaya warisan dunia dari UNESCO. Memiliki peninggalan megalitikum yang ikonik.

Peninggalan megalitikum tersebut disatukan dalam Situs Tetegewo. Batu-batu di Situs Tetegewo umumnya digunakan sebagai tempat pesta.

Peninggalan megalitikum di Desa Bawomataluo diperkirakan sudah ada sejak 5.000 tahun lalu.

Baca Juga: Desa Wisata Terbaik 2021, Minang Nagari Sumpu. Rendangnya Yummy!

Halaman:

Tags

Terkini