TITIKTEMU.CO, Selama seminggu ini, hingga 10 Maret 2024, di Kota Yogyakarta ada Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang berlokasi di Hoo Hap Hwee atau Perkumpulan Budi Abadi, Bintaran Wetan Gunungketur. Even yang mengusung tema Lestari Budaya Bagi Negeri ini memberikan gambaran juga edukasi kepada masyarakat luas, bagaimana budaya Tionghoa di Kota Yogyakarta sudah berakulturasi dengan budaya Jawa.
Masyarakat bisa menikmati sajian khas PBTY dengan pertunjukan budaya hingga bazar kulinernya. Tema tahun ini menghadirkan satu hal yang berbeda yaitu lebih kental dengan edukasi dan sejarah melalui pameran yang disuguhkan.
"Melalui pameran yang ada di PBTY tentunya akan memberikan wawasan juga pengetahuan bagi masyarakat. Kemudian dengan atraksi yang disajikan, akan semakin menarik perthatian pengunjung untuk datang. PBTY juga menjadi penggerak even ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Yogyakarta," terang Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo saat pembukaan.
Baca Juga: Solo Legend Culinary Festival 2024 Ditutup, Ada Banyak Kegiatan Kuliner Tapi Bukan Hanya Makanan
Terlebih selama 19 tahun ini, PBTY menjadi even tahunan dan selalu ditunggu-tunggu masyarakat juga wisatawan.
Ketua Panitia PBTY 2024 Ernest Lianggar Kurniawan menjelaskan, gelaran kali ini lebih mengedepankan edukasi budaya Tionghoa Mataram yang belum banyak dikenal masyarakat. Di mana ada ruangan yang dibuat seperti museum dan ruang pameran yang disajkan.
“Kalau di tahun-tahun sebelumnya PBTY berlangsung di Kawasan Ketandan yang lebih banyak mengedepankan pertunjukan kesenian, kali ini bergeser ke Perkumpulan Budi Abadi yang mengutamakan edukasi tentang budaya-budaya Tionghoa yang belum banyak dikenal masyarakat, seperti barongsai dari masa ke masa, meja sembahyang beserta isinya, serta banyak budaya lainnya,” jelasnya.