TITIKTEMU.CO, Dua minggu lagi puasa, Warga Kampung Ratmakan, Kelurahan Ngupasan, Gondomanan gelar festival apem 'ngapem ruwahan' , Minggu (25/2). Dalam festival ini uniknya ada tiga buah gunungan berukuran besar yang diarak.
Dua gunungan berisikan apem, ketan, dan kolak, serta satu gunungan berisikan sayur hasil bumi diarak warga. Buat warga Kampung Ratmakan gunungan ini dianggap sebagai simbol rasa syukur serta saling memaafkan antar sesama manusia dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Seluruh warga Kampung Ratmakan mengarak tiga buah gunungan menggunakan pakaian adat jawa. Lantunan gendhing gamelan mengiringi arakan sehingga festival ini khidmat.
Di belakan barisan , juga barongsai yang ikut mengiringi arak-arakan.
Baca Juga: Meski Baru Akan 2 Minggu Puasa, Warga Suryatmajan Gelar Ruwahan Untuk Menyambut Ramadan 1445 H
Acara ini digelar untuk melestarikan adat tradisi masyarakat jawa agar tidak punah. Dan warga berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan untuk menjadi agenda budaya dan menjadi wadah kerukunan antar warga.
Penjabat Wali Kota Yogya, Singgih Raharjo menyambut baik acara tersebut. Menurutnya dengan adanya festival apem ini dapat mewujudkan harmonisasi unsur religi, seni, dan budaya di masyarakat Kampung Ratmakan.
Singgih pun meminta agar tradisi ruwahan tersebut hendaknya tetap diteruskan mengingat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap aspek dalam acara Ngapem Ruwahan.
Baca Juga: Ribuan Calon Jemaah Haji 2024 Ikut Manasik Kolosal Di Jogya
"Ini juga sebagai momentum kebersamaan seluruh warga. Kita hidup dalam ruang bersama, yang di dalamnya kultur bersama juga diciptakan. Semangat kebersamaan dan prinsip kewargaan ini menjadi pesan yang akan terus digaungkan," tandasnya.
Selain itu, acara tersebut merupakan salah satu peringatan awal untuk masyarakat bahwa sebentar lagi tekah memasuki bukan Ramadan.
Artikel Terkait
Meski Baru Akan 2 Minggu Puasa, Warga Suryatmajan Gelar Ruwahan Untuk Menyambut Ramadan 1445 H
Suasana Mengharukan Di UGM, Ketika Orang Tua Mewakili Wisuda Sarjana Cum Laude Anaknya Yang Meninggal
Ribuan Calon Jemaah Haji 2024 Ikut Manasik Kolosal Di Jogya