TITIKTEMU.CO, Lomba Jemparingan atau panahan tradisonal ala Yogyakarta kemarin (23/7) digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta di Hotel Brongto Yogyakarta. Lomba unik ini diikuti 120 peserta dari 26 paguyuban dan komunitas olahraga tradisional jemparingan se Kota Yogyakarta.
Semua peserta yang bertanding wajib menggunakan baju khas Jawa yakni Surjan dan Kebaya. Para peserta ini diberikan kesempatan menembakan anak panahnya sebanyak 4 kali dari jarak yang telah ditentukan. Peserta yang memiliki poin terbanyak dalam menembak sesuai sasaran akan menjadi pemenang.
Selain melatih konsentrasi, jemparingan ini untuk melatih kekompakan, dan tentunyanya untuk melestarikan budaya dengan melestarikan nilai-nilai adat dan tradisi.
Baca Juga: Trotoar Disulap Jadi Catwalk Model Berbusana Batik Cuma Di Yogyakarta
"Perlombaan ini untuk media mereka saling bersinergi dan menjalin kekompakan. Selain itu, kegiatan ini dalam rangka untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan kebudayaan khususnya Olahraga Tradisional Jemparingan," kata Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti.
Salah satu pemenang lomba jemparingan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Nitya Prayitno Poespito (Mbah Dono) yang juga pelatih di Keraton Ngayogyakarta, mengungkapkan pihaknya ikut serta melestarikan Jemparingan melalui pelatihan ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Yogyakarta.
"Saya sudah tanamkan mengajar di beberapa panti asuhan di Kota Yogyakarta dan Gunung Kidul. Selain itu, juga di beberapa sekolah yang nantinya akan di mulai pada Bulan Agustus dengan pelatihan dasar jemparingan agar bisa lebih profesional lagi," jelasnya.
Ia berharap, untuk ke depannya akan ada pelatihan Jemparingan se Kota Yogyakarta agar nantinya generasi muda ikut serta dalam melestarikan kebudayaan salah satunya pada olahraga tradisional Jemparingan.
"Rencana kita akan melakukan latihan se Kota Yogyakarta. Ini untuk memotivasi generasi muda khususnya untuk menjadi lebih gemar dengan kegiatan tradisional jemparingan ini. Sebab olahraga ini mengandung muatan kebudayaan yang ada didalamnya," ujarnya.
Baca Juga: Asyik Bermain Bendhe Di Harmoni Embung Giwangan Yang Cuma Ada Di Yogyakarta
Dari perlombaan Jemparingan , Juara I pemenang lomba jemparingan diraih oleh Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) nitya Prayitno Poespito (Mbah Dono) dari perwakilan Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta dengan total hadiah Rp 5 juta, Juara II diraih oleh Andong dari perwakilan dari Paguyuban Langenastro dengan hadiah uang tunai sebesar Rp 4,5 juta. Sementara itu, untuk Juara III diraih Alifah dari perwakilan Paguyuban Suryastrawara yang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 4 juta.
Artikel Terkait
Tips Naik KRL Solo Jogja Supaya Nyaman
Lihat Galeri Lokananta , Melihat Sejarah Perekaman Indonesia
Modal Nekad Menghasilkan Kerajinan Premium Yang Menembus Eropa
Intro Living Museum Di Hari Keistimewaan Yogyakarta, Seperti Apa ?
Liburan Melihat Ikan Dan Produk Agro Di Yogyakarta