Mengenal Papan Sangatan, sebagai Sistem Penanggalan Pertanian Jawa Kuno

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Selasa, 3 Desember 2024 | 11:00 WIB
Salah satu pemilik Papan Sangatan di DIY adalah Wasinem, warga RT 02 Dusun Lungguh Kalurahan Temuwuh Kapanewon Dlinggo Bantul.  (Pemprov Yogya)
Salah satu pemilik Papan Sangatan di DIY adalah Wasinem, warga RT 02 Dusun Lungguh Kalurahan Temuwuh Kapanewon Dlinggo Bantul. (Pemprov Yogya)

Menurut penjelasan Wasinem, pahatan tersebut memiliki fungsi sebagai alat untuk menghitung wuku. Di dalam pahatan yang berbentuk kotak tersebut terdapat tanda-tanda yang berupa titik-titik, bulat, garis miring, dan tanda silang. 

Wasinem yang berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga mengaku dirinya mengetahui papan Pranata Mangsa tersebut untuk menghitung wuku dari sang kakek. Sang suami sempat meneruskan keahlian kakeknya sebagai penghitung wuku namun tak berjalan lama. Setelahnya, Wasinem menggantikan sang suami karena bisa menggunakan benda tersebut. Jika tidak digunakan, papan tersebut dimasukkan ke kain putih lalu disimpan di lemari.

Baca Juga: Salak Madu Kini Jadi Idola Petani Sleman

"Percaya ga percaya, papan inilah yang memilih siapa yang bisa menggunakan. Di rumah ini hanya saya yang bisa menggunakan papan Pranata Mangsa, anak saya tidak bisa. Saya pun berusaha menjaga papan ini dan menyimpannya dengan baik serta digunakan untuk tujuan baik," kata Wasinem.

Secara fisik, bentuk bidang persegi panjang yang terdapat pada Papan Sangatan milik Wasinem tidak begitu lurus dan tidak begitu presisi. Sepintas bentuk Papan Sangatan dan pahatannya tampak begitu sederhana. Meskipun demikian, bentuk tersebut tidak mengurangi fungsi dari Papan Sangatan yang sudah termasuk sangat langka sehingga perlu dilestarikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X