TITIKTEMU.CO, Festival Anggrek Vanda Tricolor kembali hadir untuk ke-7 kalinya ditengah masyarakat Jogja. Sekretariat Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengapresiasi terselenggaranya Festival Anggrek Vanda Tricolor #7 sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati, meningkatkan perekonomian lokal serta mengembangkan keterampilan dan pengetahuan. Selain itu, juga memperkuat identitas budaya bangsa, mempromosikan wisata berkelanjutan dan mendorong kolaborasi dalam konservasi.
Dalam sambutannya Beny menyampaikan, bahwa anggrek merupakan salah satu bunga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dengan keindahannya, bunga anggrek mampu memukau jutaan pecinta dan penggemarnya, tidak hanya di Indonesia tapi juga diluar negeri.
Anggrek menjadi bunga komersial karena keindahannya dan banyak orang yang mengambil peluang untuk menjadikannya sebuah usaha.
Baca Juga: Kerennya Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium Di Gunungkidul
Anggrek Vanda Tricolor merupakan anggrek khas Gunung Merapi yang terkenal sangat cantik. Keberadaannya di lereng Merapi rawan punah karena diterjang erupsi Merapi.
Ketua DPP Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), Rita Subowo menyampaikan, penyelenggaraan Festival Anggrek Vanda Tricolor #7 tahun 2024 berbeda dengan tahun sebelumnya.
Festival kali ini mengangkat tema Pengembangan Anggrek Vanda Tricolor sebagai peluang bisnis dan Pariwisata. Rita mengatakan, upaya pelestarian akan lebih efektif dan berkesinambungan apabila diikuti dengan upaya peningkatan nilai ekonomisnya, yang memberikan manfaat peningkatan kesejahteraan bagi petani anggrek. Melalui tema tersebut, ia berharap mampu mengoptimalkan dan mempercepat upaya pelestarian Anggrek Vanda Tricolor var suasis yang berhabitat di lereng Merapi.
Baca Juga: Panggemar Tanaman Mari Merapat, Ada Gelar Festival Anggrek UGM Hari Ini
Adapun inisiator Festival Vanda Tricolor, Sri Suprih Lestari dalam laporannya menyampaikan, pada kegiatan Festival Anggrek Vanda Tricolor #7, diikuti sebanyak 13 kontestan, dengan penilaian yang dilakukan mengunakan sistem award judging. Sementara untuk kontes anggrek non Vanda Tricolor diikuti oleh 36 peserta dengan jumlah tanaman sebanyak 79. Kontes diikuti oleh peserta yang berasal dari wilayah DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain kontes anggrek ada beberapa kegiatan pendukung lainnya yaitu, berupa workshop tentang pelestarian anggrek lereng tenggara Merapi serta workshop pencegahan hama dan penyakit anggrek. Adapula bursa Anggrek dan UMKM, juga dibukanya klinik anggrek. Berbagai talkshow juga diadakan, diantaranya berjudul Dari Hobi Menjadi Cuan, Rahasia Dibalik Kesuksesan DD Orchid, Tanam Masa Depan dengan Bisnis Kultur Jaringan, Anggrek Peluang Bisnis Milenial, dan talkshow berjudul Eksport Tanaman Hias dari Jogja ke Dunia.
Artikel Terkait
Pesona Penggarit Orchids, Destinasi Wisata Tanaman Anggrek di Pemalang
Hj Parsiti, S.Pd Miliki Anggrek Langka, Belum Berpikir untuk Berbisnis Bunga
Ranu Darungan, Surganya Anggrek dan 200 Jenis Burung di Tengah Jalur Menuju Puncak Abadi Para Dewa
Panggemar Tanaman Mari Merapat, Ada Gelar Festival Anggrek UGM Hari Ini
Kerennya Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium Di Gunungkidul