1.000 Milenial Membatik Di Rembang Saat hari Kartini Jadi Rekor Muri

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 22 April 2024 | 15:00 WIB
Tercatat, ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP, dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan Muri ini. (Pemprov Jateng)
Tercatat, ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP, dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan Muri ini. (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Berbarengan Hari Kartini ke-145, Pemerintah Kabupaten Rembang kembali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) membatik, dengan peserta lebih dari 1.000 orang milenial, di Alun-alun kota Rembang, Minggu (21/4).

 

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Muri Perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, yang kemudian diserahkan ke Bupati Rembang Abdul Hafidz. Tercatat, ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP, dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan Muri ini.

Ketua Muri perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati mengatakan membatik dengan media syal dengan 1.054 peserta milenial, resmi tercatat di Muri dengan kriteria rekor dunia sebagai ke 11.594. Menurutnya, pemecahan rekor tersebut merupakan satu hal yang spektakuler.

Baca Juga: Gunungan Oleh Oleh UMKM Malioboro Ciptakan Rekor Tertinggi MURI

“Yang ditorehkan kali ini adalah batik khas Lasem yang jadi kebanggaan dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Dengan kegiatan hari ini, semoga semakin mengharumkan nama Kabupaten Rembang akan kecintaannya terhadap batik, khususnya batik Lasem,” ujarnya.

Menurut Bupati Rembang Abdul Hafidz, pemecahan rekor Muri ini merupakan komitmen Pemkab Rembang untuk melestarikan batik Lasem. Dengan penghargaan itu, sekaligus mengukuhkan batik Lasem merupakan warisan budaya asli Rembang.

“Ini akan terus kita praktikkan (melestarikan batik Lasem) sesuai dengan regulasi yang ada. Bahkan ini tadi masuk dalam kategori dunia, ini luar biasa. Tidak ada kata-kata batik Lasem, batiknya orang lain, batik Lasem batiknya orang Rembang,” ungkap bupati.

Peserta membatik dari SMA N 1 Rembang, Arrasyita Shaafana Putri Dema  mengaku sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor Muri. Menurutnya, ketelitian dan kesabaran menjadi kunci dalam membatik.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X