Menpora Setuju Pengatur Skor Sepak Bola Dihukum Berat!

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Minggu, 21 November 2021 | 11:01 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Zainudin Amali . (pic. kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Zainudin Amali . (pic. kemenpora)

TITIKTEMU.CO SURABAYA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainuddin Amali mendukung upaya PSSI yang terus mendalami adanya dugaan pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola. Menpora Amali ingin orang yang terbukti terlibat skandal tersebut harus dihukum berat.

“Kalau memang benar dan terbukti (adanya pengaturan skor), itu hukumannya tidak boleh ringan,” kata Menpora Amali dalam konferensi pers usai membuka sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Surabaya, seperti ditulis laman resmi Kemenpora.

Menurut Menpora Amali, pelaku pengaturan skor harus diberi sanksi berat. Salah satunya yakni tidak boleh lagi terlibat dalam kegiatan sepak bola.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea Bersaing Sengit di Mandalika, Siapa Jago Kalian?

Baca Juga: Permalukan Leicester 3-0, Chelsea Kokoh di Puncak Klasemen

“Hal ini saya kira membuat orang paling tidak dia berpikir dua kali. Ini harus menjadi perhatian PSSI,” sebut  Amali Jumat (19/11) sore.

Dijelaskan Menpora Amali, kompetisi Liga 3 sejatinya ditujukan untuk pembinaan. Pesepak bola yang memiliki potensi diharap akan mengisi skuat tim nasional Indonesia.

Baca Juga: Race WSBK Dilanjut Pagi ini, Penonton Bisa Pakai Tiket Sebelumnya

“Jadi Asprov PSSI ini harus kuat lagi internalnya dalam menekankan bahwa kompetisi Liga 3 ini salah satunya bertujuan untuk pembinaan. Selain itu juga harus mengimbau agar tetap mengedepankan sportivitas,” terang Menpora Amali.

Selain itu, Menpora Amali juga mengajak semua pihak terkait untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sepak bola. Menurutnya kepercayaan publik sudah meningkat dan harus dijaga.

“Jadi sekali lagi, kalau memang benar ada dan terbukti ada pengaturan skor, itu harus dihukum berat, hukumannya tidak boleh ringan. Tidak boleh ikut dalam kegiatan sepak bola. Ini harus menjadi perhatian PSSI dan kita bersama,” pungkas Menpora Amali. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X