olahraga

English Premier League tahun ini: Lebih mengalir, lebih kasar

Indria Purnama Hadi
Jumat, 27 Agustus 2021 | 06:00 WIB
Jurgen Klopp, pelatih Liverpool (Pic. matchcenter.liverpoolfc.com)

 Vieira bermain pada masa ketika Arsenal terkenal tangguh. Pada zaman sesudahnya Arsenal sering menjadi sasaran tim lawan karena dianggap enggan bertempur.

“Kamu kan bekas pemain Barcelona, apa begini Barcelona bermain?”, kata Cesc Fabregas kepada manajer Blackburn Rovers Mark Hughes ketika kaki para pemain Arsenal biru lebam dihantam pemain Blackburn pada tahun 2007.

 Kondisi semacam ini sepertinya bakal terulang lagi musim ini.

Para pemain yang kelihatan takut, pasti akan dibully. 

Bruno Fernandes marah kepada wasit ketika dia dikasari Jack Stephens.

 

Bruno Fernandes ditenangkan Sancho dan Paul Pogba Usai Berselisih dengan back Soton Stephens (Pic IG Jadon Sancho)

Insiden semacam ini akan diamati pemain dan pelatih lawan. 

Apakah Fernandes akan jera bila dikasari atau melawan balik? 

Saya suka Premier League karena wasit membiarkan permainan mengalir, karena itu saya setuju panduan baru ini.  Sampai batas tertentu.

 Tapi jangan sampai Premier League “mundur 10-15 tahun”, seperti kata Klopp, gara-gara permainan yang tujuannya sengaja mencederai lawan.

 Saya jadi ingat insiden tahun 2006 ketika back Manchester City Ben Thatcher hanya dihukum kartu kuning ketika menyikut gelandang Portsmouth Pedro Mendes sampai dia harus dirawat di rumah sakit.

 “What do you have to do to get a red card these days? Kill somebody?”, kata manajer Portsmouth Harry Redknapp dengan geram ketika itu.

Apa harus ada yang mati sebelum wasit mengeluarkan kartu merah?

 Tentu bukan itu yang kita inginkan ***

 

Halaman:

Tags

Terkini