Hal itu menjadikan Maroko sebagai tim diaspora terbesar di turnamen ini. Bahkan sang pelatih Walid juga bukan kelahiran Maroko, melainkan Perancis.
Penjaga gawang Bonnou merupakan pemain kelahiran Kanada, Achraf Hakimi lahir di Spanyol, yang dipulangkan Hakimi melalui tendangan penaltinya. Lalu ada Sofyan Amrabat dan Hakim Ziyech yang lahir di Belanda. Mereka semua dipanggil untuk membela Maroko.
Hal itu memberikan campuran pemain lokal dengan pemain yang skill olah bolanya terbentuk di benua lain .Sehingga membantu Timnas Maroko menciptakan generasi baru.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Madiun yang Wajib Banget Dicoba, Enak Banget!
Hal serupa tapi tak sama juga terjadi di kubu Prancis. Dalam perkembangan sepak bolanya skuad Les Blues selalu diwarnai oleh pemain-pemain imigran.
Salah satu yang paling sukses adalah Zinedine Zidane, dan saat ini ada Kylian Mbappe, Eduardo Kamawinga sampai Ousmane Dembele bukan asli Prancis.
Meski kehadiran pemain-pemain dari luar Prancis itu sempat dipandang sebelah mata, nyatanya para imigran yang menjadi tulang punggung Timnas Prancis hingga kini. Contohnya saja ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, 15 pemain dalam skuad tersebut lahir dari keluarga imigran.
Baca Juga: Resep Es Teh Selasih Jeruk Nipis, Pelapas Dahaga yang Segarnya Bikin Geleng-geleng Kepala
Secara head to head Les Blue boleh dikatakan unggul atas Singa Atlas, namun yang dijadikan indikator perbandingan adalah performa mereka di ajang piala dunia 2022, tim Maroko bisa dikatakan lebih baik dari skuad asuhan Didier Deschamp.
Menurut Livescore dalam 5 pertandingan yang sudah dimainkan oleh masing-masing tim, statistik Maroko masih unggul karena belum menelan satupun kekalahan. Sedangkan Prancis sudah pernah kalah dari timnas Tunisia di babak penyisihan grup D. Meskipun di laga itu yang turun bukan skuad utama tapi kekalahan tetap dihitung kekalahan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Khas Natal, Ada Sup dan Kue
Masih ada statistik lain yang membuat tim Singa Atlas unggul dari tim Ayam Jantan adalah gawang mereka belum pernah dibobol lawan, meski mereka sudah bertemu tim raksasa seperti Spanyol dan Portugal.
Maroko jadi satu-satunya tim yang belum pernah dibobol oleh pemain lawan. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Yassin Bonnou adalah gol bunuh diri pemain Maroko, kala menghadapi Kanada di babak penyisihan grup F yang berakhir 4-1.
Baca Juga: 7 Tahapan Unggah Konten Video di YouTube agar Terindeks di Mesin Pencari dan Ditonton Banyak Orang
Sementara Timnas Prancis sudah kebobolan 5 gol dari 5 pertandingan, meski harus diakui nyatanya Prancis tetap superior dalam produktivitas gol. Les Blues bahkan sudah mencetak 11 gol dalam 5 pertandingan, sedangkan Maroko hanya mampu mencetak 5 gol saja.