Tujuannya untuk memberikan waktu yang cukup bagi tuan rumah untuk mempersiapkan diri. sebagai turnamen sepak bola terbesar di dunia tentu negara tuan rumah ingin memberikan pelayanan terbaik bagi negara peserta lain serta para suporter yang hadir.
Untuk itulah negara tuan rumah perlu menyiapkan semua infrastruktur dengan matang. Seperti stadion, penginapan serta transportasi. Pembangunan infrastruktur tersebut juga tidak bisa asal-asalan, semuanya harus memenuhi standar FIFA sehingga diperlukan perancangan, perencanaan serta strategi yang memakan waktu sangat lama.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Madiun yang Wajib Banget Dicoba, Enak Banget!
Sebagai contohnya Qatar, ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah piala dunia 2022 sejak tahun 2010. Selama satu dekade tersebut Qatar terus melakukan pembangunan infrastruktur demi menunjang Piala Dunia.
Seandainya Piala Dunia dimainkan 2 tahun sekali, mungkin Qatar tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan turnamen megah ini. Selain itu, alasan yang tak kalah penting lainnya di mana Piala Dunia tetap diselenggarakan empat tahun sekali adalah untuk menjaga eksklusivitas dari turnamen ini.
Baca Juga: Tips Memperkuat Sistem Imun Tubuh Saat Musim Hujan
Dengan hanya dimainkan setiap 4 tahun sekali, membuat penikmat sepak bola akan selalu menantikan turnamen ini.
Rentang waktu 4 tahun tersebut dianggap pas bagi penggemar sepak bola untuk melepas rindu kepada tim nasional negaranya berlaga di Piala Dunia.
Lain halnya juga Piala Dunia dimainkan setiap 2 tahun sekali, penggemar sepak bola akan merasa jenuh karena jarak tiap edisi yang berdekatan. Hal ini tentu akan mempengaruhi jumlah penonton yang menyaksikan Piala Dunia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Khas Natal, Ada Sup dan Kue
FIFA tidak ingin jumlah penonton mengalami penurunan. Karena itulah FIFA tetap mempertahankan waktu 4 tahun untuk membuat Piala Dunia sebagai turnamen sepak bola paling eksklusif di dunia.
Alasan terakhir mengapa FIFA menyelenggarakan Piala Dunia setiap 4 tahun sekali adalah karena tradisi. Sejak dimulai pada tahun 1930, Piala Dunia selalu dimainkan setiap 4 tahun sekali, kecuali pada era perang dunia kedua, dimana FIFA membatalkan 2 edisi, yakni pada tahun 1942 dan 1946. Sehingga Piala Dunia kala itu berjarak 12 tahun.
Baca Juga: Resep Es Teh Kelapa, Segarnya Bikin Serasa Menari-nari di Pantai
Namun setelahnya, Piala Dunia selalu rutin dimainkan setiap 4 tahun sekali. Pemilihan waktu 4 tahun tersebut barangkali berkaitan erat dengan Olimpiade yang notabene menjadi inspirasi terbentuknya Piala Dunia.