olahraga

RW 13 putuskan mundur dari POR Paguyuban RW Perumnas Pucang Gading Demak

Minggu, 16 Oktober 2022 | 14:28 WIB
Pemain bulutangkis tim Pucang Gede ini memenangkan pertandingan pertamanya saat melawan tim Pucang Argo (pic/ist)

TITIKTEMU.CO - Beredar di grup WA RW 13 Perumnas Pucang Gading Desa Batursari Demak permohonan maaf dari Seksi Olahraga RW 13 Bambang Soesatyo  kepada Ketua Panitia POR Paguyuban RW Perumnas Pucang Gading.

Disebutkan dalam WA tersebut, tim Pucang Gede RW 13, tidak bisa melanjutkan seluruh event pertandingan olahraga tersebut dalam tiga tangkai yag dimainkan. Yaitu bulu tangkis, tenis meja dan bola volley.

Pangkal persoalannya berawal ketika tim bulutangkis Pucang Gede pada laga pertama,
sudah memenangkan pertandingan bulutangkis melawan Pucang Argo.

Baca Juga: LIGA INGGRIS Matchday 11: Duel Raksasa Liverpool dan Man City, saat Arsenal Berusaha Tetap di Posisi Puncak

Namun dalam pertandingan kedua, Pucang Gede yang direncanakan melawan Pucang Asri tidak bisa dilanjutkan, karena Pucang Asri menolak bertanding. Pasalnya, ada 2 pemain dari Pucang Gede tidak memiliki KTP di Perumnas Pucang Gading, sebagai syarat untuk bisa bertanding.

Sedang dalam pertandingan sebelumnya, 2 pemain tersebut bisa bertanding karena memang berdomisili di Perumnas Pucang Gading. Dan dari Pucang Argo tidak mempermasalahkannya.

Untuk memusyawarahkan persoalan tersebut, siang tadi sekitar pukul 10.00, diadakan pertemuan di Balai RW 13. Hadir dalam rembugan tersebut, Ketua Paguyuban Perumnas Pucang Gading Sudarwanto, Ketua Panitia POR Suyadi, dan Ketua RW 13 Edy Prasetya bersama Seksi Olahraga RW 13.

Baca Juga: Trip ke Pantura, Mampir Wisata Kuliner Tegal. No 8 Awesome! Menjanjikan Pengalaman Berkuliner

Dalam pertemuan tersebut, Suyadi mengungkapkan, tim Pucang Asri tidak mau bertanding, jika 2 pemain Pucang Gede itu tetap dimainkan. Sedang Sudarwanto berharap, Pucang Gede masih bisa ikut bertanding dalam cabang olahraga tenis meja dan bola voli.

Usai pertemuan itu, Ketua RW 13 berembug dengan tim olahraga dan memutuskan mundur dari event tersebut. Menurut Edy Prasetyo, yang dilakukannya itu untuk menjamin soliditas tim.

POR tersebut memberikan hadiah Rp 750 ribu per cabang olahraga dan hadiah kambing untuk juara umum.***

Tags

Terkini