Penampilan mereka di Old Trafford sangat menjemukan karena mereka jauh dari penampilan terbaik mereka. Dan Liverpool memberikan jawaban atas keraguan terhadap mereka ketika melawan Bournemouth.
Baca Juga: Kekasih Cristiano Ronaldo pamer tubuh yang aduhai dan pamerkan tatto barunya
Sejak awal, tim Anfield menguasai permainan dengan dominan. Mereka membiarkan lawan mereka sedikit atau tidak ada waktu untuk menguasai bola dan dibombardir gol yang tak terlupakan.
#4 Awal yang sulit untuk Bournemouth
The Cherries telah kembali ke Liga Premier musim ini setelah jeda dua musim tetapi bisa terancam degradasi dengan hasil mereka sejauh ini.
Mereka memulai kampanye liga mereka dengan kemenangan 2-0 atas Aston Villa. Namun mereka dikalahkan 4-0 oleh juara bertahan Manchester City di pertandingan kedua, sebelum kalah 3-0 dari Arsenal di pertandingan berikutnya.
Pertandingan keempat kebobolan sembilan gol melawan Liverpool sehingga tim asuhan Scott Parker memiliki selisih gol yang sangat buruk (minus) -14.
#3 Aksi Kelas master Roberto Firmino
Firmino menjadi figur kunci sekarang di Liverpool, meski sempat goyah dalam beberapa waktu terakhir di bawah bayangan Mohamed Salah dan Sadio Mane yang sekarang telah pergi.
Dia berjuang untuk tampil mengesankan melawan Fulham dan United awal musim ini. Namun, ia tampil brilian melawan The Cherries dengan absennya striker Darwin Núñez yang diskors.
Pemain berusia 30 tahun itu terus-menerus turun ke dalam untuk menghubungkan permainan antara lini tengah dan serangan. Dia memberikan assist untuk tiga gol pertama sore itu sebelum mencetak gol pribadi. Dia menyelesaikan dua golnya di babak kedua yang mendapat tepuk tangan meriah pada menit ke-69.
#2 Bala bantuan yang dibutuhkan untuk Scott Parker
Bournemouth memiliki musim panas yang cukup mengecewakan untuk tim yang baru dipromosikan. Mereka telah mendatangkan lima pemain baru, tiga di antaranya masuk dengan status bebas transfer untuk menawarkan kedalaman bagi tim Parker.
Rekan tim mereka yang baru dipromosikan telah secara signifikan memperkuat starting XI mereka. Nottingham Forest telah membawa 16 wajah baru, sementara Fulham telah menghabiskan lebih dari Rp 960 miliar untuk transfer. Kedua tim Forest dan Fulham telah meraih lebih banyak poin daripada Cherry musim ini.
Kekalahan telak di Anfield kini semakin menggarisbawahi kebutuhan mendesak Bournemouth terhadap pemain-pemain baru di hari-hari terakhir jendela transfer.