TITIKTEMU.CO, INGGRIS - Iga Swiatek dengan cepat menjadi kekuatan dominan dalam tenis wanita dan petenis nomor satu dunia dari Polandia itu dianggap sebagai favorit kuat untuk berjaya di Wimbledon.
Swiatek, petenis berusia 21 tahun, menuju ke Klub All England dengan kepercayaan diri setelah mengklaim gelar Grand Slam kedua dalam karirnya di Prancis Terbuka.
Kemenangan Swiatek atas Coco Gauff dalam penentuan gelar Paris memperpanjang penghitungan kemenangannya menjadi 35 pertandingan, dengan enam penampilan turnamen terakhirnya yang semuanya berakhir dengan trofi.
Baca Juga: PEMILU 2024: Sudah 21 Partai Politik Ajukan Permohonan Akses Pendaftaran Peserta Pemilu
Swiatek meski belum pernah sukses di Wimbledon, tetap menjadi target utama untuk dikalahkan. Dia berambisi meraih gelar pertama di Wimbledon setelah dalam dua partisipasinya sebelumnya ke Wimbledon berakhir di babak keempat, dengan Ons Jabueur menggusurnya tahun lalu.
Ons Jabueur tetap menjadi ancaman
Ada banyak ancaman terhadap supremasi Swiatek dan Jabueur bisa menjadi yang terbesar dari semuanya.
Baca Juga: CERBUNG: 'LOVE IN TURKEY' Episode 8. Oleh: AhliyaMujahidin
Petenis Tunisia itu kalah di perempat final tahun lalu dari Aryna Sabalenka tetapi petenis Belarusia itu absen dari Wimbledon tahun ini, sementara juara bertahan Ashleigh Barty telah pensiun.
Meski begitu, Jabuer telah membawa permainannya ke level baru musim ini dan dia menjadi pemain Afrika pertama yang memenangkan turnamen WTA Masters 1000 ketika mengalahkan bintang Amerika Jessica Pegula di Madrid pada bulan Mei.
Pemain andalan berusia 27 tahun itu kemudian menunjukkan bahwa dia adalah pemain yang alami di atas rumput ketika menang di Berlin awal bulan ini, setelah mengalahkan Gauff dan Belinda Bencic dalam perjalanannya menuju gelar.
Baca Juga: Menanti Duel Nikita Mirzani vs Maria Ozawa dalam Laga HS 3 di Bali
Menjadi unggulan ketiga, Jabeur menghindari Swiatek hingga final dan itu akan memastikan dia memiliki peluang untuk merebut gelar Wimbledon.
Gauff bisa mencuri peluang
Gauff bukan tandingan Swiatek di final Prancis Terbuka, kalah 6-1, 6-3, tetapi atlet Amerika yang atletis itu terlihat jauh lebih cocok dengan tantangan Wimbledon.