Artinya dalam setiap balapan, negara penyelenggara bakal bersiap menerima cipratan rezeki hingga ratusan miliar rupiah dari para penonton loyal ini. Itu belum termasuk dari puluhan ribu penonton lain yang sama antusiasnya.
Menurut Kementerian Olahraga dan Pariwisata Thailand seperti dilansir www.ttrweekly.com, mereka mampu mendulang pendapatan sedikitnya 2,4 miliar baht atau sekitar Rp1 triliun pada tiap pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Buriram yang memulai debutnya sejak 2018.
Angka ini selain didapat dari penjualan tiket menonton MotoGP saja, juga diraup dari pemasukan hotel, makanan dan minuman, transportasi serta pariwisata selama tiga hari MotoGP diadakan.
Baca Juga: Warga yang Rumahnya Rusak Terdampak Erupsi Semeru, Dibantu Dana 500 Ribu Selama 6 Bulan
Ketika MotoGP digelar Maret nanti, di Mandalika bertepatan dengan perayaan bau nyale, sebuah kegiatan adat masyarakat Sasak, suku asli Lombok berburu cacing atau nyale aneka warna yang muncul di sekitar tepi Pantai Seger.
Cacing jenis Eunice siciliensis berwarna hijau dan cokelat ini dicari oleh ribuan warga yang datang dari pelosok Lombok karena diyakini membawa berkah. Kegiatan ini tentu akan menarik perhatian para penonton domestik dan asing yang mendatangi Sirkuit Mandalika.***