olahraga

Kenalan dengan Hara dan Wara, Maskot Perpanas XVI Papua Yuk!  

Rabu, 3 November 2021 | 10:45 WIB
Maskot Papernas XVIPapua, Hara dan Wara (HO-PB Peparnas XVI Papua)

Namun, burung kasuari juga mempunyai keterbatasan. Ia tidak bisa terbang karena ukuran sayapnya jauh lebih kecil dibandingkan tubuhnya.

Kasuari mengimbangi keterbatasannya dengan sepasang kaki yang besar dan kokoh. Terdapat tiga kuku menyerupai cakar besar dan tajam.

Baca Juga: Menpora Amali Salut Para Atlet PON XX Papua Mampu Pecahkan Rekor di Tengah Pandemi

Seekor kasuari bisa berlari dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam. Kaki-kaki kekar kasuari menjadi senjata sangat ampuh untuk menghadapi musuh.

Dengan kakinya, seekor kasuari bisa melompati celah selebar 1,5 meter, atau menjadi alat kayuh paling andal saat berenang menyusuri sungai atau laut.

Kasuari juga memiliki semacam tanduk di kepala untuk melindunginya dari rintangan kayu pohon, ketika berlari di rimbunan pohon.

Baca Juga: 3,5 Triliun Rupiah, Total Jenderal Duit Negara Untuk PON XX Papua

Nyaris semua suku di Papua, baik di pegunungan atau pesisir pantai, memiliki nama tersendiri untuk kasuari.

Suku Tobati, suku asli Kota Jayapura, menyebut burung kasuari dengan nama Htwar. Sedangkan masyarakat Asei menamakannya Augangge.

Bulu-bulu kasuari yang lebat dan didominasi warna hitam sering dijadikan pelengkap aksesoris adat kedua suku tersebut.

Baca Juga: Kesiapan PON XX Papua Terapkan Protokol Kesehatan

Karena itulah, Panitia Besar Peparnas memilih sepasang kasuari sebagai maskot. Hara dan Wara diambil dari gabungan nama kasuari di Suku Tobati dan Asei.

Tak hanya maskot, ada pula unsur-unsur budaya lokal seperti rumah adat Honai dan alat musik pukul Tifa, juga ikut mewarnai simbol-simbol Peparnas 2021.

Peparnas Papua mengusung tema “Sehati Mencapai Tujuan, Ciptakan Prestasi”. Semoga Hara dan Wara bisa menambah kemeriahan Peparnas. Torang Bisa!***

 

Halaman:

Tags

Terkini