olahraga

Sudirman, Sosok Dibalik Piala Bergengsi Beregu Cabang Olahraga Bulutangkis

Selasa, 5 Oktober 2021 | 07:20 WIB
Piala Sudirman Turnamen Bergengsi Beregu Cabang Bulutangkis ( Foto : Indonesia.go.id)

Di Kancah internasional, bersama Suharso Suhandinata berperan vital menyatukan dua federasi olahraga tepuk bulu angsa yaitu International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF) pada 1981.

Baca Juga: Solo PPKM Level 2, Gibran: Hajatan Boleh, Pentas Musik Boleh, Karaoke Boleh, Tapi...

Setelah disatukan, saat itu dunia hanya mengenal IBF. Belakangan menjadi Badminton World Federation (BWF) sebagai satu-satunya induk olahraga bulu tangkis dunia.

Sudirman meninggal dunia pada 10 Juni 1986, Suharso mengusulkan nama Sudirman untuk Kejuaraan bulu tangkis beregu campuran pada sidang tahunan IBF, Oktober 1988 untuk mengenang jasa Sudirman. 

Presiden IBF saat itu, Ian Palmer asal Selandia Baru pun setuju dan langsung menyebut Sudirman sebagai nama resmi untuk kejuaraan beregu campuran.    

Dalam biografinya, Suharso Suhandinata, Diplomat Bulutangkis, ia menyebutkan, belum ada tokoh bulu tangkis di luar Eropa yang diabadikan namanya untuk kejuaraan dunia.

Selama ini dunia hanya mengenal Sir George Alan Thomas dan Betty Uber untuk kejuaraan beregu putra dan putri. 

Setahun kemudian, Piala Sudirman digelar perdana di Jakarta dan Indonesia langsung merebut juara. Indonesia berhak atas piala berlapis emas 22 karat karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, Rusnandi, dengan motif Candi Borobudur di bagian atasnya.

Baca Juga: Bigmatch Liverpool vs Manchester City Berakhir Sama Kuat dengan Skor Imbang

Sayangnya setelah 31 tahun sejak tim merah putih membawa pulang piala setinggi 80 sentimeter dan berat 600 gram itu. Indonesia belum berhasil memenangkan Piala Sudirman lagi.

Semula peluang untuk merebut kembali Piala Sudirman ditumpukan kepada Perhelatan dua tahunan yang digelar pada 26 September-3 Oktober 2021 di Finlandia.

Di Energia Areena, Kota Vantaa, sekitar 25 kilometer dari ibu kota Helsinki, Hendra Setiawan dan kawan-kawan termasuk pasangan emas Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mewujudkan membawa pulang Piala Sudirman ke tanah air.

Indonesia masih belum bisa bersaing dengan dua negara langganan juara, Tiongkok, juara 11 kali dan Korea Selatan perebut empat kali juara piala berbentuk seperti shuttlecock itu.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini