Bahkan negara yang mengakhiri turnamen di peringkat 33 hingga 48 tetap menerima sekitar US$12,5 juta atau lebih dari Rp200 miliar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya FIFA agar manfaat ekonomi dari Piala Dunia dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh peserta.
Di sisi lain, bagi Spanyol, keberhasilan menjadi juara memberikan hadiah yang jauh lebih besar dibanding sekadar bonus finansial. Gelar tersebut menjadi bukti keberhasilan mereka melewati persaingan ketat sepanjang turnamen dan menutup perjalanan dengan mengangkat trofi paling prestisius di dunia sepak bola.
Dengan total hadiah mencapai US$871 juta, Piala Dunia 2026 tercatat sebagai edisi dengan distribusi dana terbesar dalam sejarah FIFA. Besarnya hadiah tidak hanya menjadi apresiasi atas prestasi di lapangan, tetapi juga menjadi sumber pendanaan penting bagi setiap federasi untuk mengembangkan sepak bola setelah turnamen berakhir.***