Kegagalan Jerman dan Belanda terasa semakin mengejutkan karena keduanya melangkah ke fase gugur dengan status sebagai pemuncak klasemen grup masing-masing.
Performa impresif selama babak penyisihan membuat banyak pihak menempatkan Jerman maupun Belanda sebagai kandidat kuat melaju jauh. Namun kenyataannya, keduanya justru tersandung pada pertandingan pertama fase knockout.
Catatan Buruk Jerman Berlanjut
Bagi Jerman, hasil ini memperpanjang tren negatif dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia.
Setelah gagal melewati fase grup pada edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar, kini Die Mannschaft memang berhasil lolos ke fase gugur. Namun langkah mereka tetap terhenti lebih awal setelah kalah dramatis dari Paraguay.
Padahal Jerman merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia dengan koleksi empat gelar Piala Dunia dan tiga trofi Piala Eropa.
Belanda Kembali Gagal Mengakhiri Penantian
Sementara itu, Belanda kembali harus menunda ambisi meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Tim berjuluk De Oranje pernah tiga kali menjadi runner-up Piala Dunia, namun belum pernah mengangkat trofi. Pada Piala Dunia 2022 mereka disingkirkan Argentina di babak perempat final, sedangkan pada edisi 2018 gagal lolos ke putaran final.
Kekalahan dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi kemunduran lain bagi salah satu kekuatan sepak bola Eropa tersebut.
Kejutan Besar Warnai Babak Gugur
Tersingkirnya Jerman dan Belanda menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Negara-negara yang selama ini dianggap sebagai kuda hitam mampu memberikan kejutan dan menumbangkan tim-tim unggulan.
Dengan gugurnya dua raksasa Eropa tersebut, peluang negara-negara lain untuk melangkah lebih jauh semakin terbuka. Babak 16 besar pun diprediksi akan menghadirkan lebih banyak pertandingan menarik dan hasil di luar dugaan.***