olahraga

Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik

Senin, 29 Juni 2026 | 22:09 WIB
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi.

Salah satu persoalan utama yang disoroti Taremi adalah tidak semua staf pendukung Timnas Iran mendapatkan visa untuk masuk ke negara penyelenggara.

Akibatnya, beberapa personel penting yang bertugas membantu kebutuhan tim tidak dapat mendampingi skuad selama turnamen berlangsung.

Menurut Taremi, kondisi tersebut sangat berbeda dengan negara peserta lainnya yang dapat membawa seluruh staf pendukung tanpa hambatan.

Jadwal Perjalanan Dinilai Merugikan

Selain persoalan visa, Iran juga harus menjalani perjalanan tambahan dari Seattle, Amerika Serikat, menuju Tijuana, Meksiko, setelah menyelesaikan laga menghadapi Mesir.

Perjalanan tersebut dinilai menguras tenaga pemain dan memangkas waktu pemulihan menjelang pertandingan berikutnya.

"Kami mencintai masyarakat Meksiko dan kota Tijuana. Namun sebagai pemain profesional yang tampil di kompetisi sebesar Piala Dunia, situasi seperti ini tidak ideal," ujar Taremi.

Ia menambahkan bahwa padatnya perjalanan membuat para pemain kehilangan kesempatan beristirahat secara maksimal.

"Kami tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat maupun memulihkan kondisi fisik. Itu jelas tidak adil," tegasnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Ubah Sistem Layanan ke Value-Based Healthcare, Fokus Tingkatkan Mutu dan Tekan Angka Operasi Caesar

Basis Latihan Dipindah karena Situasi Politik

Sebelum turnamen dimulai, Federasi Sepak Bola Iran sebenarnya telah menetapkan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan tim.

Namun pada akhir Mei 2026, rencana tersebut diubah dan markas latihan dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, menyusul meningkatnya ketegangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Perubahan lokasi itu turut memengaruhi persiapan tim menjelang bergulirnya Piala Dunia.

Masalah Visa Sudah Muncul Sejak Sebelum Turnamen

Halaman:

Tags

Terkini