Sejumlah penelitian memang menunjukkan adanya kecenderungan tersebut. Namun, hasil riset terbaru justru menghadirkan kesimpulan berbeda.
Penelitian yang dilakukan oleh David Pipke dan dipublikasikan dalam Journal of Economic Psychology pada 2025 menganalisis sekitar 7.000 sesi adu penalti dan lebih dari 74.000 tendangan penalti.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Bandung Hari Ini, Tersebar di 100 Titik: Intip Jadwal Lengkapnya
Hasilnya menunjukkan tidak terdapat bukti kuat bahwa tim yang menjadi penendang pertama memiliki peluang menang lebih besar dibanding lawannya. Temuan ini memunculkan pandangan bahwa urutan tendangan mungkin tidak memberikan keuntungan signifikan seperti yang selama ini dipercaya.
FIFA Ingin Adu Penalti Lebih Adil
Terlepas dari perdebatan mengenai keuntungan menendang lebih dulu, FIFA terus berupaya menyempurnakan aturan pertandingan agar memberikan kesempatan yang lebih seimbang bagi semua peserta.
Apabila usulan tersebut disahkan, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi turnamen pertama yang menggunakan sistem adu penalti dengan satu kali lempar koin, sekaligus menandai perubahan penting dalam sejarah regulasi sepak bola dunia.***