Pemain yang ditarik keluar kini hanya memiliki waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian pemain ditunjukkan. Mereka wajib keluar melalui titik terdekat dari garis lapangan.
Jika aturan ini dilanggar, pemain pengganti baru dapat masuk setelah jeda permainan berikutnya dan minimal satu menit telah berlalu. Pengecualian diberikan untuk kondisi cedera atau situasi darurat lainnya.
5. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Selama Satu Menit
Pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan harus meninggalkan area permainan selama satu menit setelah pertandingan kembali dilanjutkan. Kebijakan ini bertujuan mencegah pemain berpura-pura cedera demi mengulur waktu.
Meski demikian, aturan ini tidak berlaku untuk penjaga gawang, cedera serius seperti gegar otak, benturan keras, maupun pemain yang akan mengambil tendangan penalti.
Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Daging Kurban Setelah Hari Tasyrik? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam
6. Larangan Komunikasi Saat Kiper Dirawat
Ketika penjaga gawang sedang mendapatkan perawatan medis di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan untuk berkonsultasi atau menerima instruksi dari pelatih di area teknis.
7. Wewenang VAR Diperluas
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kini memiliki cakupan yang lebih luas. Selain meninjau gol, penalti, dan kartu merah langsung, VAR juga dapat digunakan untuk mengoreksi kesalahan dalam pemberian kartu kuning kedua, identifikasi pemain yang keliru, hingga keputusan terkait tendangan sudut.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi keputusan wasit selama pertandingan berlangsung.
8. Jeda Hidrasi Tiga Menit di Setiap Babak
FIFA juga memperkenalkan jeda hidrasi selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Umumnya jeda ini dilakukan sekitar pertengahan babak, namun wasit memiliki kewenangan untuk menyesuaikan waktunya sesuai situasi di lapangan.
Aturan tersebut dibuat untuk menjaga kondisi fisik pemain, terutama saat bertanding di wilayah dengan suhu dan tingkat kelembapan yang tinggi.