Rafinha sempat jadi sorotan karena performa kurang menggigit.
Namun di menit-menit akhir, pemain asal Brasil ini membungkam kritik lewat gol penentu yang memberi harapan bagi Barca untuk lolos ke final.
Skor pun berubah menjadi 3-2 untuk Barcelona.
Fans Blaugrana di stadion sempat merasakan bahwa mereka telah mengamankan tiket ke final.
Baca Juga: Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia 2025: Tersedia Dua Posisi Strategis, Cek Syaratnya Sekarang!
Akhir Gila: Gol Penyeimbang dan Gol Kemenangan Inter
Namun segalanya berubah di injury time.
Inter Milan mencetak gol penyeimbang yang membuat laga seperti roller coaster emosi.
Dan seolah belum cukup dramatis, sebuah kesalahan fatal dari Araujo membuat Frattesi menutup pertandingan dengan gol kemenangan 4-3 untuk Inter Milan secara agregat.
San Siro pun meledak dalam euforia luar biasa.
Reaksi dan Atmosfer yang Tak Terlukiskan
Atmosfer di San Siro malam itu bukan hanya tentang sorakan penonton, tetapi juga soal sejarah dan kebanggaan.
Inter Milan mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang pada laga semifinal Liga Champions.
Di sisi lain, Barcelona harus menerima kenyataan pahit meskipun sudah tampil heroik.