"Apalagi di Borobudur juga sudah ada museum dan tempat pemutaran film tentang Borobudur. Yang menggambarkan candi secara utuh. Dari lantai bawah sampai Arupadhatu. Jadi, tidak semua pengunjung harus naik untuk mengenal Borobudur. Tapi lewat video di museum itu. Dan nanti habis nonton video, bisa ngeprint sertifikat pengunjung,"kata Erwan, pemilik tempat kuliner Pawon Teh Tudung di kawasan Magelang.
"Apalagi, Candi Borobudur sebenarnya kan tempat ibadah. Dan masih dipakai oleh Ummat Buddha. Maka semestinya memang tidak semua yg datang boleh atau bisa naik,"tambahnya lagi.
Baca Juga: Candi Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Tempat Ibadah Umat Beragama Sedunia
Kebijakan penerapan kuota khusus untuk naik ke Candi Borobudur, menurut Rakor, sebagai kebijakan yang mengedepankan konservasi.
Berdasarkan hasil monitoring dari Balai Konservasi Borobudur terkait pelestarian Candi Borobudur, telah ditemukan bagian dengan kondisi keausan batu dan kerusakan beberapa bagian relief. Pembebanan pengunjung (over capacity) yang berlebihan juga dikhawatirkan akan berdampak pada kelestarian Candi Borobudur,
termasuk penurunan kontur tanah Candi Borobudur.***