nasional

MUDIK: Wujudkan Mudik Aman, Lancar & Gembira, Menko PMK: Jangan Bawa Oleh-oleh Covid-19!

Sabtu, 16 April 2022 | 09:08 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Mendagri Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Lintas Sektor terkait Persiapan Mudik Lebaran 2022, di Markas Besar Kepolisian Indonesia, Jakarta. (pic. kominfo.go.id)

Baca Juga: KPU Gelar Rapat Pleno, Tetapkan Ketua, Divisi dan Korwil. Hasyim Asy'ari Pimpin KPU

Adapun dalam mengantisipasi kemacetan lalin, pihaknya akan melakukan rekayasa manajemen lalin dengan contra flow dan one way maupun ganjil genap yang disesuaikan dengan situasi di lapangan.

“Disamping kita juga memindahkan jalur utama ke alternatif untuk mengindari kemacetan,” tambahnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan ketersediaan bahan pokok yang dipantau Kemendag dan Badan Pangan Nasional terpantau cukup dan aman. Bahan pokok seperti gula masih stabil di harga Rp 14.700, menurun dibanding minggu lalu. Harga daging sapi naik 700 rupiah atau 0,53 persen dibanding minggu lalu.

Baca Juga: Serie A Italia: Inter Sempat ke Puncak, Sebelum Digusur Kembali oleh Rival Sekota AC Milan

“Tetapi barang holtikultura seperti cabai merah, cabai merah keriting, cabai rawit merah sudah turun lebih dari 15 persen begitu juga dengan bawang terjadi penurunan. Dan yang naik sedikit adalah kedelai di harga Rp 100 dibanding minggu lalu,” jelas Mendag.

Lebih lanjut, suplai distribusi BBM dan LPG selama ramadhan dan lebaran juga dijamin aman. Dari total prediksi 85,5 juta pemudik, 61,8 persen akan menggunakan mobil pribadi, motor dan bus, dan yang lainnya angkutan laut dan udara.

“Dengan demikian kami bisa memprediksi peningkatan dari kebutuhan gasoline dan gasoil. Peningkatan tertinggi arus mudik diperkirakan sampai 29 persen, kemudian ada arus libur wisata sampai 36 persen dan arus balik 22 persen,” jelas Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Baca Juga: Simak! Sembilan Rahasia Rekening Gaib Sedekah Jariah yang Pahalanya Mengalir Sepanjang Masa.

Nicke mengatakan, pihaknya telah menyiapkan suplai dan distribusi tambahan untuk infrastruktur armada. Sebanyak 230 unit motor akan menjual BBM ke kendaraan yang terjebak kemacetan baik di tol maupun luar tol.

“Kami juga menyiapkan SPBU Temporary yang tempatkan di rest area yang belum ada SPBU dan di lokasi titik kemacetan untuk mengurai antrian. Serta ada 50 unit dan 149 unit truk BBM untuk menambah distribusi dan suplai yang ada,” jelasnya. ***

Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co

 

Halaman:

Tags

Terkini