"Para kiai dan alim ulama terdahulu tidak berpangku tangan dan selalu ikut berjuang membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Begitu pun di masa pandemi saat ini, pondok pesantren terus berjuang dan tidak berhenti dalam melakukan pendidikan kepada para santri," ujarnya.
Dia mengakui, tantangan bagi santri di masa pandemi tentu makin berat. Dimensinya juga makin berubah. Apalagi, di era digitalisasi dan keterbukaan informasi tantangannya berubah, baik dalam hal berdakwah, berkarya, maupun pendidikan.
"Maka, santri diharapkan memiliki banyak kemampuan dan mampu beradaptasi dengan teknologi, dengan kemajuan informasi sehingga santri tidak gagap dan menjadi yang terdepan dalam membangun bangsa," kata Ustaz Aka.***