Begitu pula dalam simulasi 7 nama, Erick Thohir 21.2% paling banyak dipilih sebagai calon Wakil Presiden, baru kemudian Ridwan Kamil 19.6%, Sandiaga 17.5%, AHY 10.8%, Khofifah 6.4%, Airlangga 5.7%, dan KH Nasaruddin Umar 1.6%. Sisa 17,1 persen belum menunjukkan pilihannya.
Nama Erick Thohir juga menjadi pemenang ketika dipasangkan dengan capres Prabowo Subianto dalam simulasi 3 pasangan capres-cawapres. Pasangan Prabowo-Erick unggul 34,8% dari simulasi pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil (34%), dan Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (19,7%). Sisa 11,5% tidak menjawab.
Baca Juga: Wimbledon 2023: Perempat Final Dimulai, Jessica Pegula Berusaha Ciptakan Rekor Pribadi
Baca Juga: Wimbledon 2023: Perempat Final Tunggal Putra, Menunggu Penampilan Juara Masa Depan Jannik Sinner
Untuk Capres Prabowo, ketika disandingkan dengan Gibran Rakabuming sebagai Cawapres, pasangan ini mendapat 33,9% suara, di bawah pasangan Ganjar - Sandiaga Uno yang unggul dengan 35,1% suara. Sementara pasangan Anies Baswedan - Yenni Wahid mendapat 18,2%. Sisa 12,8% tidak menjawab.
Kemenangan kembali diraih ketika nama Erick dipasangkan sebagai cawapres untuk capres Ganjar Pranowo. Pasangan Ganjar - Erick unggul 34% jika melawan Prabowo - Muhaimin Iskandar (30,7%) dan Anies Baswedan - Khofifah (21%). Sisa 14,2% tidak menjawab.
Baca Juga: Pelatih Bima Sakti Panggil 34 Pemain Untuk Piala Dunia
Pemilih Erick terbesar berasal dari mereka yang puas atas kinerja Presiden Joko Widodo. Dari 81,9% yang puas atas kinerja Presiden Jokowi, 19,8% di antaranya memilih Erick Thohir sebagai cawapres 2024. Ini adalah angka terbesar dibanding sejumlah nama cawapres lain seperti Ridwan Kamil (16,5%), atau Sandiaga yang mendapat 11,4% suara dari responden yang puas atas kinerja Presiden Jokowi.
Jika berdasarkan basis pemilih Pemilu 2019, pemilih Erick Thohir terbanyak datang dari pemilih Golkar yakni 25,9%. Disusul dari pemilih PDIP 27,5%, Gerindra 25,7% dan pemilih Demokrat 20%.
Survei ini dilakukan pada 1-8 Juli 2023 dengan melibatkan 1.242 responden. Populasi sampel adalah warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak.
Margin of error survei diperkirakan ±2.8% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Responden diwawancarai lewat telepon oleh pewawancara terlatih.***