nasional

Toy Story 5 Meledak di Bioskop, Kenapa Pixar Malah PHK Besar-Besaran? Ini Penjelasannya

Kamis, 23 Juli 2026 | 11:03 WIB
Pixar PHK ratusan karyawan meski Toy Story 5 sukses (Instagram @mccinemasantabarbara)

TITIKTEMU.CO-Kesuksesan sebuah film ternyata tidak selalu berarti kabar baik bagi orang-orang yang membuatnya. Di saat Toy Story 5 menjadi salah satu film animasi yang mencuri perhatian di bioskop, kabar mengejutkan justru datang dari balik layar. Pixar Animation Studios kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang dilakukan Disney.

Bagi banyak orang, situasi ini terdengar membingungkan. Bagaimana mungkin studio yang identik dengan film-film blockbuster masih harus mengurangi tenaga kerja? Jawabannya ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar melihat satu film yang laris.

Baca Juga: 5 Laptop Terbaik untuk Pelajar 2026: Ringan, Kencang, dan Harga Terjangkau

PHK Bukan Karena Toy Story 5 Gagal

Toy Story 5 justru menjadi salah satu proyek yang berhasil menarik minat penonton. Namun, keberhasilan satu judul film tidak otomatis menutupi performa proyek lain yang kurang memuaskan.

Salah satu sorotan adalah film Hoppers yang pendapatan globalnya dinilai belum memenuhi ekspektasi jika dibandingkan dengan biaya produksinya yang mencapai sekitar 150 juta dolar AS. Di industri film, keuntungan tidak hanya dihitung dari pendapatan kotor bioskop, tetapi juga mempertimbangkan biaya pemasaran, distribusi, hingga pembagian hasil dengan jaringan bioskop.

Karena itu, performa keseluruhan portofolio film lebih menentukan dibanding keberhasilan satu judul saja.

Baca Juga: Yang Tidak Diceritakan soal Pindah ke Kota Kecil: 7 Kejutan yang Bikin Kageti

Disney Sedang Merampingkan Operasi

Gelombang PHK ini bukan hanya terjadi di Pixar. Disney juga memangkas posisi di berbagai divisi, termasuk televisi, ESPN, hingga beberapa unit studio lainnya.

Manajemen Disney menjelaskan bahwa perusahaan sedang menyesuaikan struktur organisasi agar lebih efisien di tengah perubahan industri hiburan yang bergerak sangat cepat. Fokus perusahaan kini adalah membangun tim yang lebih ramping, memanfaatkan teknologi, dan memastikan investasi hanya diarahkan pada proyek yang dianggap memiliki potensi paling besar.

Langkah seperti ini sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga: Hidup di Apartemen Jakarta vs Rumah di Kota Kecil: Mana yang Lebih Worth It?

Pixar Kini Lebih Selektif Memproduksi Film

Halaman:

Tags

Terkini