nasional

7 Perubahan Avatar: The Last Airbender Live Action Netflix yang Bikin Fans Terbelah, Nomor Terakhir Paling Terasa!

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:32 WIB
Avatar: The Last Airbender live action Netflix mengubah banyak adegan ikonis.

Dalam animasi, Team Avatar menemukan Perpustakaan Wan Shi Tong yang terkubur di Gurun Si Wong. Di sanalah mereka memperoleh informasi penting mengenai kelemahan Negara Api.

Baca Juga: Viral Peserta Tour Diduga Kabur Saat Liburan di Korea Selatan, Travel Sebut Hilang Usai Pamit Beli Sepatu di Myeongdong

Live action mengubah konsep tersebut secara drastis. Perpustakaan kini berada di Ba Sing Se dan hanya dapat diakses melalui Dunia Roh. Perubahan ini juga menghadirkan interaksi baru antara Toph, Avatar Kyoshi, dan Avatar Yangchen yang tidak pernah muncul dalam animasi.

5. Nasib Karakter Pendukung Berubah

Netflix juga memberikan jalan cerita baru bagi beberapa karakter pendukung. Jet, misalnya, tidak mengalami pencucian otak oleh Dai Li seperti di animasi. Kisahnya berakhir lebih cepat setelah membantu Team Avatar menjalankan misi.

Latar belakang keluarga Toph juga dibuat lebih mendalam. Hubungannya dengan kedua orang tua mendapat porsi lebih besar, termasuk proses yang mengarah pada kemampuan Metalbending. Sementara itu, Appa tidak mengalami alur panjang menghilang seperti yang diingat banyak penggemar dari serial animasi.

Baca Juga: Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih Disorot DPR, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu

6. Guru Pathik Tidak Muncul

Salah satu bagian paling berkesan di Book Two adalah latihan spiritual Aang bersama Guru Pathik untuk menguasai Avatar State melalui pembukaan tujuh chakra.

Menariknya, seluruh rangkaian tersebut tidak hadir di live action. Aang langsung bergerak menghadapi konflik besar tanpa proses latihan itu. Bukan tidak mungkin Netflix menyimpan perkembangan Avatar State untuk musim berikutnya dengan pendekatan yang berbeda.

7. Drama Emosional Mengalahkan Humor

Inilah perubahan yang paling terasa sepanjang serial. Animasi dikenal karena keseimbangannya antara petualangan, komedi, dan momen emosional. Penonton diberi waktu menikmati dunia Avatar lewat berbagai episode ringan.

Baca Juga: Takut Dapat yang Palsu? Ini Alasan Utama Beli Flashdisk SanDisk Original Online Tanpa Drama Hanya Di Blibli

Versi live action memilih arah yang lebih serius. Trauma Aang, tekanan yang dialami Zuko, hubungan ayah-anak di keluarga Kerajaan Api, hingga kehilangan yang dirasakan Katara dan Sokka menjadi pusat perhatian. Humor tetap ada, tetapi porsinya jauh lebih sedikit dibanding animasi.

Pada akhirnya, Avatar: The Last Airbender live action Netflix bukan sekadar adaptasi adegan demi adegan. Serial ini menawarkan interpretasi baru terhadap kisah yang sudah dicintai jutaan penggemar. Bagi sebagian orang, perubahan tersebut memberi warna baru. Bagi yang lain, justru menjadi alasan untuk kembali merindukan pesona animasi klasiknya.***

Halaman:

Tags

Terkini