TITIKTEMU.CO - Fenomena astronomi yang dikenal sebagai Pink Moon kembali hadir dan bisa disaksikan masyarakat pada malam 1 hingga 2 April 2026.
Di mana bulan purnama akan tampak terang sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit, menciptakan pemandangan langit malam yang memukau dan mudah dinikmati tanpa alat khusus, sekaligus menjadi.
Momen langka yang sering disalahartikan karena dianggap berwarna merah muda padahal sejatinya tetap berwarna putih kekuningan dengan efek visual yang dipengaruhi kondisi atmosfer bumi.
Baca Juga: Film Na Willa Bikin Hati Hangat: 5 Fakta Unik yang Jarang Dibahas!
Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang
Fenomena Pink Moon termasuk salah satu peristiwa langit yang mudah diamati oleh siapa saja.
Masyarakat tidak memerlukan alat khusus untuk menyaksikannya secara langsung.
Namun, penggunaan teleskop atau kamera dapat membantu menangkap detail yang lebih jelas.
Waktu terbaik untuk melihatnya adalah saat bulan baru saja terbit di cakrawala.
Baca Juga: F4 Comeback ke Jakarta! Harga Tiket Konser Reuni Bikin Nostalgia Memuncak
Efek Optik Bikin Bulan Terlihat Lebih Besar
Ketika bulan berada dekat dengan horizon, akan muncul ilusi optik yang membuatnya tampak lebih besar.
Efek ini terjadi karena interaksi cahaya bulan dengan atmosfer bumi.
Selain itu, warna bulan bisa terlihat lebih hangat atau keemasan.