Soroti Masalah Kelaparan di Daerah Terpencil
Dalam pidatonya, Rachmat juga menyinggung masih banyaknya masyarakat yang mengalami kelaparan, terutama di wilayah pelosok.
“Coba lihat saudara-saudara kita di ujung desa, mereka masih lapar, masih kekurangan,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan fakta memprihatinkan yang ditemuinya saat mendampingi Presiden, di mana masih banyak siswa SMP dan SMA yang belum mampu membaca dan menulis.
Baca Juga: Dua Bulan Pascabanjir Bandang Aceh, Anak-anak di Pante Bidari Masih Terhenti Belajar Mengaji
MBG Masuk Infrastruktur Sosial Prioritas Pemerintah
Rachmat menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sosial yang sama pentingnya dengan infrastruktur fisik.
“Pembangunan tidak hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga soal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa program MBG harus dijalankan secara serius dan tepat sasaran sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pangan dan gizi adalah persoalan mendasar yang harus kita selesaikan bersama,” pungkas Rachmat.***