TITIKTEMU.CO - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum punya agenda perombakan kabinet (reshuffle) dalam waktu dekat.
Bahkan, menurutnya, topik soal reshuffle belum masuk meja pembahasan internal.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Simulasi KPR Rumah Subsidi 2026 untuk Gaji Rp5–8 Juta, Cicilan dan Syarat Lengkap!
“Belum Dibahas” Jadi Sinyal: Kabinet Masih Stabil
Saat ditanya apakah reshuffle sudah mulai dibicarakan di lingkaran pemerintahan, Prasetyo menjawab lugas: belum ada.
Intinya, sampai saat ini tidak ada sinyal bahwa kursi-kursi menteri akan digeser dalam waktu dekat.
Baca Juga: 7 Kesalahan Fatal Saat Beli Asuransi Kesehatan yang Bikin Klaim Ditolak
Perubahan yang Ada Cuma Satu: Thomas Djiwandono Pindah Jalur
Prasetyo menjelaskan, satu-satunya perubahan yang terjadi belakangan ini hanyalah peralihan jabatan Thomas Djiwandono.
Thomas yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kini telah diputuskan untuk mengisi posisi baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), setelah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI.
Dengan kata lain, ini bukan reshuffle besar-besaran, melainkan rotasi jabatan karena penugasan baru.
Jadi Reshuffle atau Bukan? Istana Jelaskan Biar Nggak Salah Paham
Prasetyo menekankan, kalau reshuffle dimaknai sebagai pergantian karena adanya pejabat yang pindah tugas ke posisi lain, maka perpindahan Thomas memang masuk kategori perubahan.
Namun, ia menegaskan lagi bahwa tidak ada perombakan kabinet secara menyeluruh. Yang terjadi hanya karena posisi Wamenkeu ditinggalkan akibat penugasan Thomas ke BI.