nasional

Jalan Terputus Akibat Banjir dan Longsor, Warga Desa Simaninggir Tapanuli Tengah Harus Menembus Hutan Demi Bantuan

Senin, 22 Desember 2025 | 09:05 WIB
Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 masih menyisakan dampak serius hingga kini. Salah satunya dirasakan oleh warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Akses jalan utama menuju desa tersebut terputus, memaksa warga harus mengambil jalur memutar dan menempuh medan ekstrem demi memperoleh bantuan pascabencana. Tidak semua bantuan dapat langsung menjangkau permukiman karena kondisi jalan yang rusak parah, sehingga warga harus mengambilnya sendiri ke posko bantuan terdekat.

Warga Terpaksa Menembus Hutan Curam dan Licin

Perjalanan menuju posko bantuan bukan perkara mudah. Warga harus melewati kawasan hutan dengan jalur terjal, tanah berlumpur, dan kondisi yang licin akibat hujan. Risiko terpeleset dan jatuh menjadi ancaman nyata sepanjang perjalanan.

Baca Juga: Lowongan Kerja PT Sinergi Gula Nusantara Desember 2025: Dibuka Posisi Legal, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @rizkisiahaan_ pada Sabtu, 20 Desember 2025, memperlihatkan perjuangan warga membawa bantuan logistik. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang ibu tertinggal dari rombongan dan beristirahat sejenak sambil memanggul setengah karung bantuan.

Warga terlihat saling membantu dengan berpegangan pada batang pohon untuk bisa menapaki jalur menanjak. Akses jalan beraspal baru dapat dijumpai setelah mereka melewati area hutan dan ladang di dataran lebih tinggi.

Jalan Utama Desa Simaninggir Masih Belum Bisa Dilalui

Kondisi jalan Desa Simaninggir hingga kini masih belum pulih. Influencer dengan akun Instagram @carramell_ membagikan kondisi terkini akses jalan yang terputus akibat longsor.

Aspal jalan tampak terbelah di bagian tengah karena tanah amblas, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan. Dalam unggahannya pada Minggu, 21 Desember 2025, ia menyebutkan bahwa jalan penghubung Medan–Sibolga telah terputus selama 24 hari dan belum mendapat penanganan optimal.

Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Paling Populer di Tegal, Tiket Murah Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2026 Bersama Keluarga

Ia juga menyoroti kondisi ratusan warga yang setiap hari harus berjalan menuruni dan menaiki bukit untuk membawa bahan makanan dari posko bantuan ke rumah masing-masing.

Empat Kecamatan di Tapanuli Tengah Masih Terisolasi

Selain Kecamatan Sitahuis, wilayah lain di Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih mengalami kesulitan akses akibat bencana adalah Kecamatan Sibabangun, Tukka, dan Lumut.

Halaman:

Tags

Terkini