Serta saling ridha.
Dengan pendekatan ringan dan interaktif, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengingat makna pernikahan sebagai ikatan spiritual dan sosial.
Baca Juga: Mengulik Fakta Tragedi Al Khoziny: Mobil Mercy Ditemukan Ringsek, Mimbar Musala Masih Berdiri Kokoh!
Makna Mendalam di Balik Gerakan Sederhana
Gerakan kecil dan lirik sederhana seperti “Berpasangan, janji kokoh, saling ridha” sebenarnya menyimpan filosofi besar tentang menjaga keutuhan rumah tangga.
Meski tampak seperti permainan, pesan moral yang disampaikan menyentuh — bahwa pernikahan bukan sekadar pesta, melainkan komitmen panjang yang perlu dirawat.
Kemenag pun mengingatkan agar Tepuk Sakinah tidak berhenti sebagai seremonial pernikahan semata.
Program pembinaan dan edukasi lanjutan harus tetap dilakukan agar pesan moral yang terkandung di dalamnya benar-benar hidup dalam keseharian pasangan.
Pada akhirnya, Tepuk Sakinah bukan solusi instan untuk mengatasi perceraian.
Namun, dari tepukan sederhana ini, ada harapan baru — bahwa cinta dan kesetiaan tetap bisa disuarakan dengan cara yang hangat, ringan, dan penuh makna.***