TITIKTEMU.CO - Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat dibuat resah dengan fenomena SPBU swasta yang kehabisan stok BBM.
Padahal, kargo BBM dari Pertamina sudah tiba di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun bergerak cepat dengan menawarkan skema kolaborasi antara Pertamina dan SPBU swasta agar pasokan kembali lancar.
Surat Peringatan Tiap Minggu: Tekanan Halus Kementerian ESDM
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa meski sudah ada pertemuan antara pihak swasta dan pemerintah, belum semua SPBU swasta sepakat membeli BBM dari Pertamina.
Untuk memastikan kesepakatan berjalan, Laode bahkan rutin mengirim surat pengingat setiap minggu kepada Pertamina dan pihak swasta. “Kami ingin kesepakatan ini benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar rencana,” tegasnya di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Side Hustle Kekinian: Strategi Anak Muda Sulap Hobi Jadi Cuan
Pertemuan Bahlil Lahadalia dan SPBU Swasta: Jalan Menuju Kesepakatan
Empat perusahaan SPBU swasta besar—Shell Indonesia, BP-AKR, ExxonMobil, dan Vivo—akhirnya menggelar pertemuan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Dalam pertemuan itu, Bahlil menyebut SPBU swasta sepakat mengambil BBM dari Pertamina untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.
Langkah ini diambil setelah kuota impor BBM tahun 2025 yang mencapai 110% telah habis sebelum akhir tahun.
Pemerintah pun memutuskan tetap melayani kebutuhan SPBU swasta melalui kolaborasi dengan Pertamina.
Tiga Poin Penting Kesepakatan SPBU Swasta dan Pertamina