Karena lokasi dipenuhi asap gas air mata yang membuat sesak, korban kemudian dievakuasi ke tempat aman.
Tak lama berselang, ia dipindahkan ke ambulans oleh tim medis yang memang sudah disiagakan di area aksi.
Baca Juga: Bapanas Dorong Peternak Lokal Jual Sapi Hidup: Strategi Baru Kurangi Daging Impor Beku
Petugas Medis Ikut Jadi Korban
Selain isu ojol, ada juga laporan mengenai petugas medis yang ikut terluka saat aksi berlangsung.
Menanggapi hal ini, Kapolresta Solo membenarkan laporan tersebut.
“Untuk petugas medis yang terluka, Propam sudah menerima laporan resmi dan akan menanganinya sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.
Pesan Kapolresta untuk Masyarakat
Usai aksi di beberapa titik, Kapolresta Solo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut menjaga suasana tetap kondusif.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai.
“Demo boleh, menyuarakan pendapat itu hak. Tapi mari kita lakukan dengan cara yang baik, tanpa merugikan orang lain,” tambahnya.
Kabar ojol terkena peluru karet di Solo akhirnya terbantahkan.
Polisi memastikan tidak ada penggunaan peluru dalam pengamanan aksi, dan semua berlangsung sesuai aturan.
Meski begitu, adanya korban luka tetap menjadi catatan penting agar penanganan aksi demonstrasi bisa makin baik ke depan.***