nasional

PPATK Ungkap 10 Juta Rekening Penerima Bansos Mengendap Lebih dari 3 Tahun, Dana Mencapai Rp 2,1 Triliun

Kamis, 31 Juli 2025 | 13:10 WIB
Ilustrasi PPATK soroti Dana Bantuan Sosial Mengendap Rp 2,1 Triliun (Pinterest @vecteezy)

TITIKTEMU.CO - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan mengejutkan terkait dana bantuan sosial (bansos) yang belum tersalurkan secara efektif.

Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 10 juta rekening penerima bansos terdeteksi tidak digunakan selama lebih dari tiga tahun terakhir.

Menurut Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, nilai dana yang mengendap di rekening-rekening tersebut mencapai Rp 2,1 triliun.

Temuan ini menunjukkan indikasi kuat bahwa sebagian penyaluran bantuan belum menyentuh target yang seharusnya.

Baca Juga: Rekening Dormant Diblokir PPATK? Simak Cara Mengatasi untuk Amankan Uang Anda

Ribuan Rekening Terlibat Dugaan Tindak Pidana

Tak hanya rekening bansos yang tak aktif, PPATK juga menemukan indikasi penyalahgunaan sistem keuangan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Sejak 2020, terdapat lebih dari 1 juta rekening yang masuk radar pemeriksaan PPATK karena diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal.

Dari jumlah tersebut, sekitar 150.000 rekening diketahui sebagai nominee, yang artinya digunakan oleh pihak lain selain pemilik sahnya. Rekening ini sering kali diperoleh melalui cara ilegal, seperti:

  • Jual beli akun rekening,
  • Peretasan sistem perbankan,
  • Penggunaan identitas palsu atau tanpa izin.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru 2025: Petugas IT Penempatan di Bank BUMN – Lumajang Jawa Timur Tugas dan Fungsi Melacak Jejak Pencucian Uang untuk Keamanan Keuangan

Rekening Ilegal Jadi Tempat Penampungan Dana Kriminal

PPATK menambahkan bahwa banyak dari rekening tersebut digunakan untuk menampung uang dari aktivitas kejahatan seperti:

  • Narkotika,
  • Korupsi,
  • Penipuan digital,
  • Dan tindak pidana lainnya.

Ivan menjelaskan bahwa sebelum dialiri dana dari aktivitas ilegal, lebih dari 50.000 rekening tersebut tak menunjukkan aktivitas transaksi apa pun, memperkuat dugaan bahwa rekening itu sengaja disiapkan untuk keperluan kriminal.

Instansi Pemerintah Juga Punya Rekening Dormant

Halaman:

Tags

Terkini