Menurut Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG, mahasiswa masa kini perlu memahami cara mengelola uang dan risiko finansial, terlebih di era maraknya aplikasi keuangan digital.
Mahasiswa Lebih Mengenal Produk Keuangan Konvensional
Dari hasil survei, mahasiswa cenderung lebih mengenal dan memiliki produk keuangan konvensional seperti tabungan, emas, serta instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi.
Sementara itu, sektor asuransi masih belum menjadi prioritas utama mereka.
IFG bertekad untuk mengubah kondisi ini melalui berbagai program edukatif, agar mahasiswa bisa lebih terbuka terhadap berbagai produk keuangan termasuk perlindungan asuransi.
Baca Juga: Konklaf 2025 Resmi Dimulai, Siapa yang Akan Jadi Paus Berikutnya?
IFG Siap Dorong Inklusi dan Perlindungan Keuangan yang Merata
Sebagai holding BUMN di bidang asuransi dan penjaminan, IFG tidak hanya berperan sebagai penyedia solusi finansial, tetapi juga sebagai agen edukasi untuk memperluas inklusi keuangan.
Pendekatan yang berpusat pada kebutuhan pelanggan menjadi dasar pengembangan produk dan layanan IFG.
Denny menegaskan, “Kami ingin generasi muda Indonesia tumbuh sebagai individu yang memiliki kecakapan finansial, siap menghadapi tantangan ekonomi, dan sadar pentingnya proteksi keuangan.”***