TITIKTEMU.CO - Banjir kembali melanda berbagai wilayah di Jabodetabek dan Puncak, menyebabkan dampak yang cukup besar bagi warga.
Di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, banjir bandang merusak rumah-rumah serta memutus jembatan.
Sementara itu, di Bekasi, puluhan mobil terendam banjir di sekitar Ruko Grand Galaxy City.
Di Jakarta, hujan deras yang mengguyur sejak Minggu, 2 Maret 2025, menyebabkan Kali Ciliwung meluap, menggenangi puluhan Rukun Tetangga (RT).
Hingga Selasa, 4 Maret 2025, berdasarkan data laman Pantau Banjir, genangan masih terjadi di 92 RT dengan luas area terdampak mencapai 12,61 km².
Bagi warga yang ingin memantau kondisi banjir secara real-time, laman Pantau Banjir dapat menjadi sumber informasi yang akurat.
Berikut adalah berbagai aspek penting yang perlu diketahui tentang banjir di Jakarta.
Baca Juga: 26 EWS Telah Terpasang Di Kota Yogya, Respon Bahaya Banjir Lebih Cepat
Mengapa Jakarta Sering Mengalami Banjir?
Secara geografis, Jakarta merupakan kota dengan dataran rendah yang berada di antara daerah hulu dan pesisir.
Kombinasi curah hujan tinggi, aliran sungai yang tidak tertampung, serta faktor alam lainnya menjadikan banjir sebagai ancaman tahunan.
1. Banjir Akibat Hujan Lokal
Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang bisa menyebabkan air meluap ke jalan serta pemukiman.
Kapasitas drainase Jakarta hanya mampu menampung curah hujan maksimal 120 mm/hari. Sementara pada kondisi ekstrem seperti 1 Januari 2020, curah hujan mencapai 377 mm/hari. Akibatnya, sebagian besar wilayah ibu kota terendam.