Program MBG menggunakan sistem prasmanan yang mendorong santri untuk mengantre dengan tertib, mengambil makanan secukupnya, dan menghormati sesama.
Ini membantu santri memahami pentingnya saling menghargai dan berbagi dalam komunitas.
3. Tanggung Jawab dan Kemandirian
Santri diminta membawa peralatan makan pribadi yang harus mereka cuci sendiri setelah digunakan.
Kebiasaan ini menanamkan rasa tanggung jawab dan membiasakan hidup bersih serta mandiri.
Baca Juga: Begini Jika Siswa SD di Makassar Nitip Pesan ke Presiden Prabowo di Tempat Makanan Bergizi Gratis
Panduan Pelaksanaan Program
Kemenag juga memberikan arahan teknis dalam pelaksanaan program ini di pesantren, seperti jadwal pembagian makanan bergizi berdasarkan jenjang pendidikan.
- Jenjang PaudQu dan kelas 1–2 jenjang Ula: Makanan dibagikan pukul 08.00 waktu setempat.
- Kelas 3–6 jenjang Ula: Makanan dibagikan pukul 09.30 waktu setempat.
- Jenjang Wustha dan Ulya: Makanan dibagikan pukul 12.00 waktu setempat.
Selain itu, kerja sama dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal menjadi bagian penting dalam pengadaan bahan baku makanan.
Ini tidak hanya memastikan kualitas bahan yang baik, tetapi juga mendukung perekonomian lokal.
Harapan dan Dukungan untuk Masa Depan
Abu Rokhmad berharap program MBG ini dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan inisiatif serupa di lingkungan pendidikan lain.
“Kami berharap program ini tidak hanya menciptakan generasi yang sehat, tetapi juga berbudi pekerti luhur.
Dengan begitu, mereka siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.