TITIKTEMU.CO - Hasil Pilpres 2024 telah selesainya, setidaknya versi quick count. Dalam versi hitung cepat sejumlah lembaga survei terkemuka, yang kredible, menunjukkan pasangan Prabowo Gibran unggul di kisaran 57-60 persen. Jauh di atas paslon Anies Imin dan Ganjar Mahfud.
Menariknya, posisi buncit yang didapat oleh Ganjar Mahfud, ditanggapi gembira oleh fans sepak bola, yang nota bene tidak ada kaitannya dengan politik.
Rupanya, tindakan Ganjar Pranowo, saat menjadi Gubernur Jawa Tengah, menolak penyelenggaraan piala dunia sepak bola, telah menyulut dendam para penggila bola.
Mereka memendam dendam terhadap sosok Ganjar yang pernah menolak gelaran Piala Dunia U-20 di sejumlah kota di tanah air. Dua hari setelah pencoblosan, 14 Februari, beredar lagu-lagu di sejumlah media sosial yang mengekspresikan hal tersebut.
Baca Juga: Wisata Alam Taman Nasional Baluran Situbondo Dibuka Lagi, Cek Harga Tiketnya di Sini
Ingatkah kamu kejadian di tahun lalu / Kau kubur mimpi kami di Piala Dunia (U-20) / Sekarang gantian kami yang mengubur mimpi kamu / Untuk menjadi Presiden Indonesia
Ada lagi lagu dengan syair seperti ini, Aduh kasihan yang punya nomor 3 / Gak percaya dengan jumlah suara / Bongkar bongkar koper gak jadi ke istana / Kalian sih ngeremehin fans bola....
Baca Juga: Mobil Tahun 90-an Masih Menarik Di Yogya , Diharapkan Menghidupkan Pasar Klitikan
Ingatkah kamu kejadian di tahun lalu / Kau kubur mimpi kami di Piala Dunia (U-20) / Sekarang gantian kami yang mengubur mimpi kamu / Untuk menjadi Presiden Indonesia
Selain Ganjar, di kedua lagu tersebut terselip foto Gubernur Bali I Wayan Koster. Bersama Ganjar dia termasuk yang lantang menolak kehadiran Timnas Israel bertanding di Indonesia pada pertengahan Maret 2023. Akibatnya, FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tak cuma fans sepak bola yang kecewa.
Presiden Jokowi dan Ketua UMUM PSSI Erick Thohir pun masygul. Sebab agenda internasional itu telah dipersiapkan lama tapi anehnya baru ditolak dengan alasan ideologis ketika waktu sudah mepet.
Padahal seharusnya, bagi Ganjar sebagai sesama kader PDIP sangat elok bila keberatan itu disampaikan kepada Presiden sejak awal persiapan. Konon, karena sikap Ganjar dan PDIP seperti itulah yang antara lain membuat Jokowi kemudian merasa lebih sreg untuk menyokong Prabowo di Pilpres.