“Saya tadi awalnya berfikir bahwa selama anak-anak happy kalau makan, maka beres. Ternyata tidak benar. Maka saya biasakan anak-anak makan ubi, singkong, talas, sayur-sayuran dan memasak dengan slow-cooker,” lanjut ibu dua anak ini.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Keanekaragaman Konsumsi Pangan yang mewakili Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rina Syawal, menyampaikan bahwa potensi pangan Indonesia sangat banyak, baik dari buah, sayur, dan protein.
“Bapanas sedang menggalakan makanan lokal agar masyarakat setempat memanfaatkan makanan asal daerah tersebut. Misal jagung di NTT atau Sagu di Papua,” kata Rina.
Sebagai informasi, Indonesian Gastronomy Community (IGC) sebuah komunitas non-profit Pecinta Makanan Indonesia yang mempunyai visi sebagai pelestari makanan dan minuman dengan bertekad memperkuat makna Indonesia melalui makanan dan minuman anak bangsa. Hal ini untuk menghargai kekayaan makanan dan minuman Indonesia mulai dari nilai sejarah hingga tren masa kini.***