TITIKTEMU
Validitas data Covid-19 Pemerintah pusat kembali menuai keluhan. Pasalnya data antara pusat dan daerah tidak sinkron. Akibatya kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak efektif.
Salah satunya adalah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di kabupaten ini, data kasus positif di pusat ribuan lebih banyak dibandingkan data di lapangan.
“Pantas Sragen level 4 terus, lha wong data di pusat nggak sesuai dengan data kita,” kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (18/8/2021).
Menurut Yuni, di Sragen terdapat selisih data hingga 1500 kasus dengan pemerintah pusat. Yuni menambahkan jika selisih data dimasukkan, grafik Covid-19 di Sragen otomatis akan naik. Padahal kenyataan di lapangan sudah sembuh.
“Harapan kita pekan depan Sragen sudah tidak level 4, sehingga pembatasan bisa agak longgar. Kasihan masyarakat, ekonomi juga nggak bangkit-bangkit," ujar Bupati Yuni.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen menunjukkan BOR rumah sakit per Selasa (17/8/2021) 45,29 persen. Dari total 351 tempat tidur isolasi di rumah sakit hanya 159 tempat tidur yang dipakai.
“Tempat tidur di ICU juga turun, hanya terisi 48 persen dari 25 tempat tidur yang ada," jelas dia.
Yuni mengatakan penurunan kasus covid-19 juga akan berdampak pada ketersediaan oksigen di rumah sakit. Saat ini, lanjut dia, oksigen di rumah sakit lebih dari cukup karena sudah tidak ada lagi pasien kritis.
Dengan angka tersebut, angka kesembuhan di Kabupaten Sragen mencapai 91,27 persen, dan angka kematian 5,38 persen. Pada Selasa terdapat 15 tambahan kasus, dengan 76 pasien sembuh, dan 10 orang meninggal dunia.
“Dari data itu, angka kesembuhan di Sragen mencapai 91,27 persen, sedangkan angka kematian 5,38 persen,” jelas Yuni.***
sragenkab.go.id